Terkini Daerah
Fakta 77 Siswa di NTT Dijejali Kotoran Manusia oleh Pembina, Berawal dari Penemuan di Lemari Kosong
77 dari total 89 siswa kelas VII Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipaksa pendampingnya untuk memakan kotoran manusia.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Seorang korban pun mengaku pasrah menjalani hukuman tersebut, lantaran takut dengan sang pendamping.
"Kami terima dan pasrah. Jijik sekali, tetapi kami tidak bisa melawan," ujar siswa kelas VII yang tak ingin namanya disebut kepada Kompas.com, Selasa (25/2/2020).
Para siswa tidak melaporkan perlakuan kejam sang pendamping kepada orangtua karena takut akan disiksa nantinya.
• PENGAKUAN Siswa di NTT yang Dihukum Makan Kotoran Manusia: Kami Jijik tapi Tak Bisa Melawan
Menurut dia, setelah para murid disiksa, kedua pendamping menyuruh mereka agar tidak menceritakan persoalan itu keluar.
Para siswa pun muntah-muntah setelahnya hingga mendapatkan perawatan medis.
3. Siswa Klaim Sering Dapat Kekerasan Fisik
Dilansir dari Pos Kupang, korban juga mengakui tidak hanya mendapatkan sekali hukuman saja.
Namun disebutkannya pembina sering memperlakukan buruk para murid.
Ar mengaku, sebelumnya, dirinya bersama murid kelas VII lainnnya sering mendapat kekerasan fisik dari oknum socius di sekolah tersebut.
Namun, meski sering mendapat kekerasan fisik, mereka tidak berani mengadu kepada para guru atau pimpinan sekolah tersebut karena akan dihukum lagi oleh para socius atau kakak kelasnya.
4. Siswa Lapor Orang Tua
Walaupun diperintah sang pembina untuk tidak melapor kepada guru maupun orang tua, namun, ada satu orang temannya yang lari ke rumah untuk memberitahukan hal itu kepada orangtua.
Kasus itu pun terbongkar pada Jumat (21/2/2020), ketika ada orangtua siswa yang menyampaikan hal tersebut di dalam grup WhatsApp humas sekolah.
Martinus, selaku orangtua murid, merasa sangat kecewa terhadap perlakuan pendamping asrama yang menyiksa anak-anak dengan memaksa makan kotoran manusia.
"Menurut saya, pihak sekolah beri tindakan tegas bagi para pelaku. Yang salah ditindak tegas. Bila perlu, dipecat saja," ujar Martinus.
"Saya juga memutuskan untuk pindahkan anak dari sekolah ini. Biar pindah dan mulai dari awal di sekolah lain saja," kata dia.
• 77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia, Orangtua Murid Geram dan Minta Pelaku Dipecat