Siswa SMP di Sleman Hanyut
Alasan Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Nekat Minta Siswanya Susur Sungai meski Cuaca Tak Mendukung
IYA pembina pramuka SMPN 1 Turi memberikan kesaksiannya soal hanyutnya para siswa saat susur Sungai Sempor.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Kemudian saya ngikuti, saya cek ke sungai di atasnya, di jembatan itu air juga tidak deras, kemudian saya kembali ke tempat pemberangkatan," sambungnya.
Kala itu IYA meyakini acara akan berlangsung lancar, sebab ada temannya yang sudah mahir mengenal alam Sungai Sempor.
"Kemudian di situ juga ada teman saya yang sudah terbiasa ngurusi susur sungai di Sempor, sehingga saya juga yakin saja tidak terjadi apa-apa," tandasnya.
Berikut adalah tiga tersangka tragedi susur Sungai Sempor:
- IYA, kelahiran Sleman 11 April 1983 - PNS Guru SMPN 1 Turi Sleman
- DDS, kelahiran Sleman 24 Januari 1963 - Pembina Pramuka
- R , kelahiran Sleman 1962 - PNS, Ketua Gugus Depan (Gudep)
3 Tersangka Tak Dampingi Murid
Sebelumnya diberitakan Tribun Jogja.com, Senin (24/2/2020), IYA adalah guru yang berinisiatif dalam melaksanakan kegiatan susur Sungai Sempor.
IYA diketahui pergi meninggalkan para murid SMPN 1 Turi saat mereka melakukan kegiatan susur sungai.

• Sosok 3 Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Sleman yang Bertanggung Jawab atas Tragedi Susur Sungai Sempor
Sedangkan R yang merupakan ketua Gudep mengaku hanya menunggu di sekolah, sepanjang kegiatan susur sungai berlangsung.
Sedangkan DDS yang merupakan pembina pramuka dari luar sekolah, menunggu di lokasi finis.
Yuli mengatakan ketiganya justru telah memilki sertifikasi Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka.
"Justru IYA, DS, dan R yang punya sertifikat kursus mahir dasar (KMD) pramuka, harusnya lebih memahami bagaimana keamanan melakukan kegiatan kepramukaan," tegas Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto.
Lihat videonya di bawah ini mulai menit awal:
Pembina Pramuka: Mati di Tangan Tuhan
Tita Farza Pradita, siswi SMPN 1 Turi yang hanyut terbawa arus saat mengikuti kegiatan susur Sungai Sempor menceritakan bagaimana pembina pramuka sekolahnya tidak menghiraukan peringatan warga sesaat sebelum melakukan aktivitas tersebut.
Tita menceritakan sebelum memulai kegiatan, pembina pramuka sekolahnya telah diperingatkan oleh warga.
Pembina pramuka yang mendengar peringatan itu justru mengatakan bahwa kematian adalah takdir Tuhan.

• Menangis, Ayah Korban Tewas Cerita saat Anaknya Pamit sebelum Ikut Susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi