Breaking News:

Skull Breaker Challenge TikTok Bisa Akibatkan Lumpuh hingga Kematian, Ini Kata Dokter Spesialis

Satu lagi tantangan atau challenge yang sedang viral di media sosial, yaitu skull breaker challenge.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Capture youtube Kompas
Skull breaker challenge bisa berujung pada kematian. 

Bahkan ada yang menyebut tantangan itu sudah memakan korban.

"Pls share with ur kids and all the parents u know. this is now trending in schools, 2 school kids already died. (Tolong bagikan ke anak-anak dan orang tua yang kamu tahu, Ini sekarang trending di sekolahan. Dua anak sekolah sudah jadi korban meninggal)," tulis @anisanisha__.

Ternyata, challenge tersebut memang bisa berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian.

Hal itu dikatakan oleh Dokter Spesialis Ortopedi yang juga Sekjen Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI), Dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT.

"Ini bukan bahaya lagi. Fatal bisa menyebabkan kematian dan kecacatan/kelumpuhan akibat cedera tulang belakang," ujar Adib saat dihubungi Kompas.com, Minggu (16/2/2020), dikutip TribunJabar.id.

Ternyata, challenge itu berbahaya lantaran bagian kepala, leher, atau punggung yang kena benturan bisa menyebabkan efek serius.

Jika benturan terjadi di area kepala bisa menyebabkan perdarahan di otak.

Lalu, jika benturan di leher, dapat mengakibatkan cedera vertebra cervical.

Cedera tersebut dapat mengakibatkan kelumpuhan otot pernafasan dan mengakibatkan kematian karena gagal nafas.

Fakta Meninggalnya Wawalkot Kediri Lilik Nining Muhibah, Kondisi Terakhir sebelum Dinyatakan Tewas

Kemudian, jika mengalami benturan di punggung, dapat terjadi patah tulang pada vertebra thorakal dan lumbal, serta cedera medulla spinalis yang bisa mengakibatkan kelumpuhan.

Adib pun mengimbau agar masyarakat tak melakukan tantangan tersebut.

Skull breaker challenge.
Skull breaker challenge. (Istimewa via AjantaNews.com)

Hal senada juga dikatakan oleh Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dari Departemen Medik Orthopaedi dan Traumatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof. DR. dr. Achmad Fauzi Kamal, SpOT(K).

Ia mengatakan, skull breaker challenge juga bisa menyebabkan diskolasi.

"Kalau kematian mendadak, karena cedera otak atau dislokasi cervical 1-cervical 2 atau sekitarnya yang menyebabkan cedera sumsum tulang belakang sebagai kardiorespirasi (sistem jantung dan sistem pernapasan)," ujarnya.

Achmad juga mengatakan, skull breaker challenge dapat berujung kematian.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Tags:
Aplikasi TikTokKesehatan
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved