Terkini Daerah
Menangis Ungkap Kondisi Anaknya, Ibu Mayat Balita Tanpa Kepala: Belum Ada Kejelasan Penyebabnya
Meli Sari, ibunda balita yang tewas tanpa kepala dan organ dalam di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), menangis saat menceritakan kondisi anaknya.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
"Sampai sekarang ini belum ada kejelasan penyebabnya."
• Teka-teki Kasus Mayat Balita Tanpa Kepala Terungkap, Benda Menempel di Jasad Korban Jadi Petunjuk

• Polisi Sebut Belum Ada Bukti yang Menguatkan Balita Tanpa Kepala di Samarinda Korban Kejahatan
Lebih lanjut, Meli Sari pun mengungkap sejumlah kejanggalan dalam kematian Yusuf.
"Kalau saya memang terus terang kan orang awam, karena saya sendiri melihat kondisi jasad anak saya ditemukan," terang Meli Sari.
"Jelas saya merasa janggal dengan kondisi jasad yang ditemukan pada saat itu."
Lantas, Meli Sari pun mengungkap kondisi psikologis Yusuf selama ini yang dikenal takut air.
Hal itu tentunya bertentangan dengan keterangan polisi yang menyebut Yusuf tercebur di saluran air saat hujan.
"Dari psikologis anak saya, dia itu terlambat bicara, takut air, takut akan daerah-daerah lembab," ujar Meli Sari.
"Dan pada saat itu hilang, kondisi pada saat di situ hujan. Tidak mungkin anak saya keluar sendiri dan tercebur."
Tak hanya itu, Meli Sari juga mengungkap kondisi tubuh Yusuf saat ditemukan tewas di sebuah saluran air.
Ia pun tak mampu lagi membendung air matanya saat mengungkap kondisi jasad Yusuf.
"Dan dari jasad, mohon maaf, kepalanya udah enggak ada, telapak tangan, kaki, organ dalam enggak ada," ucapnya menangis.
Hal itu juga dinilainya sangat tak sesuai dengan keterangan polisi yang menyebut Yusuf tewas karena tercebur ke dalam saluran air lalu tubuhnya dimakan binatang.
"Enggak mungkin anak saya tercebur 16 hari baru ditemukan," ujar dia.
"Tercebur terus dimakan binatang, enggak mungkin. Terus (organ) dalamnya pun udah enggak ada."
Simak video berikut ini dari menit awal: