Kabar Ibu Kota
Terbongkarnya Klinik Aborsi Beromset Miliaran di Paseban, Jakpus, Warga Mengira Klinik Anak
Warga di sekitar klinik aborsi tak menyangka tempat yang selama ini dikira klinik anak merupakan tempat aborsi ratusan janin.
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Klinik aborsi ilegal yang terdapat di Paseban, Jakarta Pusat, berhasil dibongkar dan diketahui merupakan rumah sewa.
Sebelum menjadi klinik, rumah itu juga pernah digunakan sebagai kantor.
Hal ini diketauhi dari penuturan warga setempat bernama Tursila seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (15/2/2020).
"Iya kantor advokat dahulu sebelum klinik," ujar Tursila yang merupakan pemilik warung di dekat lokasi aborsi di Jalan Raya Paseban, Senen, Jakarta Pusat.
• Pendarahan saat Aborsi, Ibu di Gorontalo Tak Sadar Bayinya Dibawa Kabur Dukun Beranak
Menurut Tursila, rumah itu baru saja digunakan sebagai klinik aborsi sekitar satu tahun setengah belakangan ini.
"Baru kok ini dibuat klinik, dahulu kan ada plang advokat. Kalau sekarang mah enggak keliatan lagi plangnya, makanya saya pikir klinik biasa," ucap Tursila.
Ia mengatakan, klinik ini tidak terlihat seperti klinik aborsi.
Sebab, pelanggan di klinik ini tergolong sedikit.
Kondisi itu, menurut dia, menyebabkan tak banyak warga yang curiga.
"Kayak biasa-biasa saja, tidak ada yang menonjol. Karena memang sepi seperti tidak ada aktivitas, mobil juga tidak berderet," ujar dia.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap keberadaan klinik aborsi ilegal di kawasan Paseban, Jakarta Pusat, pada 11 Februari 2020.
Tiga tersangka ditangkap dalam pengungkapan itu, yakni MM alias dokter A, RM, dan SI.
• Polisi Geledah Tempat Praktik Aborsi di Tambun, Temukan Janin di TKP dan Terungkap Tarif Praktiknya
Pengungkapan praktik klinik aborsi ilegal ini berawal dari informasi warga yang mengadukan melalui situs web.
Klinik aborsi ilegal ini diketahui telah beroperasi selama 21 bulan.
Dokter A alias MM merupakan dokter lulusan sebuah universitas di Sumatera Utara.