Breaking News:

Pemulangan WNI Eks ISIS

Fadli Zon Curiga Terorisme Direkayasa, Fadjroel Rachman: Nanti Kita Tanya Menteri Pertahanan Prabowo

Jubir Presiden Fadjroel Rachman menanggapi kecurigaan Fadli Zon yang menduga isu terorisme hanya rekayasa belaka

Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
Kolase (youtube Najwa Shihab) dan (Tribunnews.com)
Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman (kiri), Menhan Prabowo Subianto (tengah) dan Anggota Komisi I DPR RI fraksi Gerindra Fadli Zon (kanan). Jubir Presiden Fadjroel Rachman menanggapi kecurigaan Fadli Zon yang menduga isu terorisme hanya rekayasa belaka 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman menanggapi pernyataan Anggota Komisi I DPR RI fraksi Gerindra, Fadli Zon yang mencurigai isu terorisme sebagai permasalahan yang dibuat-buat untuk memperoleh anggaran.

Menanggapi pernyataan tersebut, Fadjroel Rachman mengajak Fadli Zon untuk mengkonfirmasi langsung dugaannya tersebut ke Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Fadli Zon menjelaskan bahwa urusan Terorisme tidak berada dalam kuasa Prabowo sebagai Menhan.

Guru Besar UI Kena Tegur Fadli Zon saat Bahas Risiko Pulangkan Anak WNI Eks ISIS: Jangan Berandai

Ia mengatakan hal tersebut berada di ranah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan pihak kepolisian.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (12/2/2020), mulanya Fadli Zon menjelaskan bahwa aksi terorisme di Indonesia mulai memanas setelah terjadi aksi terorisme di Amerika Serikat pada 11 September 2011.

"Kalau kita lihat, Indonesia sebelum 9-11 saya kira tidak ada kasus-kasus yang menonjol, terorisme, setelah 9-11 kita lihat banyak kasus-kasus, bom Bali dan sebagainya," kata Fadli Zon.

Fadli Zon kemudian menyinggung soal program deradikalisasi BNPT dan apa saja pencapaian dari program deradikalisasi tersebut.

Ia menduga isu terorisme sengaja dibuat agar anggaran terus mengalir.

"Ini kan kita ingin sustainable (berkelanjutan) dalam menangani ini, jangan ada terus kasus-kasus terorisme seperti tadi, sejauh mana keberhasilan program- program deradikalisasi yang juga banyak memakan dana APBN, jangan sampai ini menguap begitu saja tapi tidak ada hasilnya," papar Fadli Zon.

"Jadi kalau menurut saya kita harus evaluasi cara kita menangani masalah terorisme dan sebagainya, jangan
sampai terorisme ini dibikin terus ada terus, supaya ada anggarannya terus."

"Ini sangat berbahaya, karena bisa saja ada pihak-pihak yang menginginkan ini (terorisme) ada terus," lanjutnya.

Mendengar pernyataan isu terorisme direkayasa, Fadjroel segera menanggapi pernyataan tersebut.

Ia mengajak Fadli Zon untuk mengkonfirmasi langsung kecurigaannya kepada Prabowo.

"Nanti kita tanyakan kepada Bapak Menteri Pertahanan," kata Fadjroel yang kemudian tertawa setelah mengatakan hal tersebut.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman (kiri), dan Anggota Komisi I DPR RI fraksi Gerindra Fadli Zon (kanan), di acara Mata Najwa, Rabu (12/2/2020)
Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman (kiri), dan Anggota Komisi I DPR RI fraksi Gerindra Fadli Zon (kanan), di acara Mata Najwa, Rabu (12/2/2020) (youtube Najwa Shihab)

Fadli Zon segera menjawab pernyataan Fadjroel, ia menjelaskan urusan terorisme bukanlah ranah menteri pertahanan.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
WNI eks ISISFadli ZonFadjroel RachmanPartai GerindraPrabowo Subianto
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved