Breaking News:

Virus Corona

Beda dengan WHO dan Ahli Harvard, Kemenkes Sebut Indonesia Harus Bersyukur Negatif Virus Corona

Kasus virus corona hingga Senin (10/02/2020) malam tercatat ada sebanyak 40.573 kasus terkonfirmasi. Indonesia masih negatif, apa kata dunia?

Editor: Lailatun Niqmah
AFP/STR
Pekerja memproduksi masker di sebuah pabrik di Yangzhou, Provinsi Jiangsu, China, Senin (27/1/2020). Masker tersebut diproduksi untuk mendukung pasokan bahan medis saat wabah Virus Corona melanda China. 

TRIBUNWOW.COM - Kasus virus corona hingga Senin (10/02/2020) malam tercatat ada sebanyak 40.573 kasus terkonfirmasi.

Sedangkan jumlah kematian karena virus yang menyebar dari kota Wuhan provinsi Hubei, China itu tercatat ada sebanyak 910 kasus kematian.

Sampai dengan hari ini, belum ada satupun kasus virus corona di Indonesia yang terkonfirmasi positif.

Gara-gara Virus Corona, Erick Thohir Ungkap Kini Orang AS Anggap Waga Asia Penyakitan: Menyedihkan

Kekhawatiran Ahli Harvard Ketiadaan kasus virus corona di Indonesia memicu kekhawatiran peneliti Harvard.

Menurutnya, ketiadaan tersebut mungkin berarti virus sebenarnya telah menyebar namun tak terdeteksi.

Jika itu terjadi, menurutnya ada potensi bagi virus tersebut membentuk epidemi yang jauh lebih besar.

“Indonesia telah melaporkan nol kasus, dan Anda akan mengharapkan telah melihat beberapa kasus,” ujar ahli epidemiologi Marc Lipsitch di Harvard TH Chan Scool of Public Health sebagaimana dikutip dari VOA News.

Thailand sendiri telah melaporkan 25 kasus, namun berdasarkan penelitian tim mereka menurutnya jumlah tersebut seharusnya lebih banyak.

Penelitian para ahli Harvard sendiri didasarkan pada perkiraan jumlah rata-rata penumpang pesawat yang terbang dari Wuhan ke kota-kota lain di seluruh dunia.

Asumsinya semakin banyak penumpang, maka berati ada kemungkinan penularan kasus virus corona.

"Kasus-kasus yang tidak terdeteksi di negara mana pun berpotensi menyebarkan epidemi di negara-negara itu yang dapat menyebar di luar perbatasan mereka,” jelasnya.

Penelitian itu sendiri merupakan satu dari tiga penelitian terbaru yang mengatakan bahwa virus mungkin telah sampai di Indonesia.

Meski demikian ketiga penelitian terbaru itu sendiri diakui tak melalui proses ilmiah normal yang ditinjau oleh ahli dari luar.

Namun menurut peneliti yang dihubungi oleh VOA, penelitian tesebut menurut mereka masuk akal.

Peringatan WHO

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Tags:
KemenkesVirus CoronaHarvardWorld Health Organization (WHO)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved