Banjir di Jakarta
Jakarta Kembali Banjir, Azas Tigor Nainggolan: Anies Baswedan Tak Bisa Kerja Pimpin Anak Buah
Banjir yang kembali menerjang sejumlah wilayah DKI Jakarta membuat Gubernur Anies Baswedan kembali mendapat sorotan.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Banjir yang kembali menerjang sejumlah wilayah DKI Jakarta membuat Gubernur Anies Baswedan kembali mendapat sorotan.
Ketua Forum Warga Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, menyebut Anies tidak bisa bekerja dan memimpin anak buah.
Hal ini lantaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dinilai terlambat dalam memberi respons bantuan maupun peringatan pada warga Jakarta.
• Daftar 28 Titik Banjir di Jakarta, di Underpass Kemayoran Ketinggian Air Capai 5 Meter
"Perilaku selalu terlambat dalam mempersiapkan banjir Jakarta ini menunjukan bahwa aparat Pemprov Jakarta tidak bisa bekerja baik."
"Tidak bekerjanya aparat pemprov itu membuktikan bahwa Gubernur Jakarta tidak bisa bekerja dan tidak bisa memimpin anak buahnya," ungkap Tigor kepada Tribunnews melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/2/2020).
Menurut Tigor, sebagai pimpinan daerah Anies tidak memberi contoh baik.
"Gubernur tidak memberi contoh baik dan tidak bisa tegas terhadap anak buahnya yang tidak bekerja karena mereka semua sama-sama tidak bekerja untuk melayani warga Jakarta," ungkapnya.
Keterlambatan Pemprov
Tigor menyebut warga tetap saja tidak mendapatkan informasi peringatan dini dan bantuan darurat sebagaimana mestinya agar bisa lebih ringan kerugian akibat banjir yang terjadi.
"Selalu terlambat dan tidak berbuat apa-apa untuk warganya, itulah perilaku Pemprov Jakarta dalam setiap kejadian banjir Jakarta di 2020," ungkap Tigor.
Tigor menyebut Pemprov DKI Jakarta belum ada perubahan signifikan, terutama dari segi persiapan.
"Melihat banjir Jakarta hari ini, ternyata belum ada perubahan signifikan kesiapan Pemprov Jakarta. Masih saja warga Jakarta jadi korban, pemprov tetap tanpa persiapan secara baik," ujarnya.
Tigor menyebut paling tidak banjir telah terjadi sebanyak empat kali di tahun 2020 ini.
"Tempat atau titik banjirnya pun selalu sama," ungkapnya.
Pemprov DKI disebut Tigor tidak memberi peringatan dan bantuan darurat.