Virus Corona
Soleman Ponto Ungkap WNI ke Natuna akibat Virus Corona Dilakukan Serba Cepat: Pak Menkes Itu Pusing
Soleman B Ponto mengungkapkan bahwa observasi ratusan WNI dari Wuhan, China ke Natuna dilakukan serba mendadak.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) TNI, Soleman B Ponto mengungkapkan bahwa observasi ratusan WNI dari Wuhan, China ke Natuna dilakukan serba mendadak.
Sebagaimana diketahui, lebih dari 200 WNI harus diobservasi selama 14 hari akibat Virus Corona.
Hal itu diungkapkan Soleman Ponto saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (4/2/2020).
• Tanggapi Bully-an karena Tolak WNI akibat Virus Corona, Tokoh Natuna Ungkap Sudah Ditemukan 3 Dampak
Namun, Soleman sempat menyinggung rumor yang mewarnai kabar masalah Virus Corona tersebut.
"Terus cepet-cepetlah bawa orang Indonesia pulang ke Indonesia, kenapa? Karena kita punya masalah dengan China karena terakhir masalah Natuna lagi dengan China."
"Jangan-jangan dia balas dendam ini dikorbankan ini orang, cepat-cepatlah tarik pulang," ucap Soleman.
Meski harus segera dievakuasi, namun masalahnya bahwa WNI itu harus diobservasi terlebih dahulu.
Tempat observasi setidaknya harus seperti yang ada di Wuhan.
"Cepat-cepat tarik pulang ini kan masalah mau dibawa ke mana 200 sekian ini harus diobservasi."
"Kalau pulang dia harus diobservasi di dalam fasilitas yang sama dengan dibuat oleh Wuhan di sana, cepat-cepat membuat rumah sakit di dalam 10 hari," lanjutnya.
Dengan keadaan serba mendadak, pemerintah harus memperhitungkan tempat yang akan menjadi tempat observasi.
"Nah kita pun cepat-cepat harus membuat rumah sakit seperti itu di dalam berapa hari dia ke sini, nah untuk cepat-cepat ini tentu kecepatan untuk sampai di tempat harus diperhitungkan."
"Kecepatan membangun harus diperhitungkan, luasnya tempat yang akan dibangun harus diperhitungkan," kata Soleman Ponto.
• Di ILC, Soleman Ponto Blak-blakan soal Rumor Virus Corona karena Senjata Biologis: Siapa Mau Beli?
Natuna dianggap tempat yang paling cocok untuk menampung WNI dari Wuhan lantaran mereka memiliki landasan pacu untuk pesawat besar.
"Nah yang kebetulan yang paling cepat itu ada di Natuna, cepat pesawat ke sana, pesawat besar ada ke sana, ruangan yang bisa dibangun secepat-cepatnya ada di sana," ujar dia.