Virus Corona
Soal Karantina WNI dari Wuhan, Wabup Natuna Ngesti: Warga akan Beri Izin Jika Pemerintah Lakukan Ini
Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Ngesti Yuni Suprapti mengungkap alasan warganya menolak karantina 248 WNI dari Wuhan, China di wilayah tersebut.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Ngesti Yuni Suprapti mengungkap alasan warganya menolak karantina 248 WNI dari Wuhan, China di wilayah tersebut.
Dilansir TribunWow.com, bukan hanya menolak, warga Natuna disebutnya kini dalam kondisi ketakutan.
Ngesti Yuni menyebut, pemerintah daerah dan warga Natuna tak diberi informasi terkait karantina 248 WNI dari Wuhan.
• Soroti Kematian Ratusan Orang di Wuhan karena Virus Corona, Erlina Burhan Sebut Adanya Faktor Lain
• Selalu Beri Arahan soal Virus Corona, Presiden China Jadi Sorotan karena Keberadaannya
Hal itu disampaikan Ngesti Yuni saat menjadi bintang tamu dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (4/2/2020).
"Kedatangan saudara-saudara kita dari Wuhan ke Natuna itu sama sekali tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah," kata Ngesti Yuni.
"Bahkan kami tahunya dari televisi, kamu tahunya dari medsos."
Bahkan, menurutnya pemerintah daerah Natuna sama sekali tak dilibatkan dalam karantina WNI dari Wuhan.
Hal itu lah yang menurutnya menyebabkan kepanikan warga Natuna.
"Memang sama sekali kami tidak dilibatkan, sehingga terjadi miskomunikasi," terang dia.
"Kemudian masyarakat kami juga kurang tahu tentang permasalahan apa itu virus, bagaimana penanganannya dan sebagainya."
Ia menambahkan, rasa takut warga Natuna semakin bertambah ketika melihat pemberitaan di televisi.

• Warga Wuhan Rasakan Gejala Corona namun Enggan Dikarantina: Lebih Baik Mati di Rumah
Terkait hal itu, Ngesti Yuni mengaku pihaknya perlu memberikan perlindungan ekstra pada setiap warganya agar tak terjangkit Virus Corona.
"Dan informasi mengenai virus ini kan luar biasa di televisi, sehingga rasa ketakutan itu ada," terangan Ngesti Yuni.
"Bagaimana kami sebagai pihak pemerintah daerah dalam hal ini tentunya kami harus melindungi rakyat kami."
"Khususnya di wilayah terdekat (karantina WNI dari Wuhan) itu ada 24 ribu, kami harus lindungi," sambungnya.