Breaking News:

Virus Corona

Tak Hanya Balitbang Kemenkes, Unair Surabaya juga Punya Alat Pendeteksi Virus Corona Setara Jepang

Univeritas Airlangga Surabaya memiliki alat pendeteksi Virus Corona selain Balitbang Kemenkes, yang memiliki tingkat akurasi 99 persen.

Penulis: Rena Laila Wuri
Editor: Claudia Noventa
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ILUSTRASI ANTISIPASI VIRUS CORONA - Petugas siaga penuh untuk antisipasi penyebaran virus corona dengan melakukan pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) saat penumpang pesawat tiba di terminal 2 kedatangan Internasional Bandara Juanda Surabaya, Kamis (30/1/2020). Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya wilayah kerja bandara Juanda meningkatkan kewaspadaan dengan memasang alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) untuk mengantisipasi masuknya virus corona yang berasal dari negara Ch 

TRIBUNWOW.COM - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengatakan telah memiliki alat pendeteksi Virus Corona yang juga dimiliki Balitbang Kementerian Kesehatan.

Reagen Virus Corona yang dimiliki oleh Unair Surabaya diketahui merupakan hasil kerja sama dengan Kobe University di Jepang.

Dikutip Tribunwow.com dari tayangan Metro TV Prime Talk, Selasa (4/2/2020), Rektor Unair Muhammad Nasih mengatakan reagen merupakan sebuah media untuk mendeteksi seseorang positif atau tidak terkena novel Corona Virus (2019-nCov).

Perbandingan Karantina Virus Corona di Natuna dan Inggris, dari Lokasi, Aturan, hingga Fasilitas

Menurutnya, Virus Corona memang bukan suatu hal yang baru, namun Virus Corona yang ditemukan saat ini  merupakan jenis terbaru yang berasal dari Wuhan.

Unair menyatakan memiliki dua alat pendeteksi yang dapat mendeteksi Virus Corona dengan tingkat akurasi 99 persen.

Sehingga, hanya dalam beberapa jam alat tersebut sudah dapat mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Virus Corona.

"Kita punya dua jenis, yang pertama reagennya sendiri, yang kedua adalah kontrol positifnya. Kontrol positif ini yang nanti akan bisa memastikan 99 persen seseorang terkonfirmasi terkena Virus Corona atau tidak," ungkap Nasih.

Rektor Universitas Airlangga, Muhammad Nasih saat melakukan telewicara dengan Metro TV Selasa (4/2/2020)
Rektor Universitas Airlangga, Muhammad Nasih saat melakukan telewicara dengan Metro TV Selasa (4/2/2020) (Screenshoot Youtube MetroTV)

Sesditejen P2P Kemenkes, Ahmad Yuriantro juga menjelaskan bahwa Indonesia memang hanya memiliki dua alat pendeteksi, namun yang dimaksud adalah alat deteksi yang terbaru.

Namun, Ahmad menegaskan bahwa Indonesia sudah menerapkan cara konfensional sejak lama.

Menurutnya, untuk alat pendeteksi baru Indonesia harus terlebih dahulu memiliki sumber daya manusia (SDM) dan ruang untuk alat tersebut.

"Kita tidak bisa memperlakukan spesimen yang kita duga mengandung virus kemudian diperiksa terbuka begitu saja."

"Harus ada ruangan yang khusus, harus ada ketentuan khusus terhadap ruangan itu, kemudian SDM yang khusus," jelas Ahmad.

Menkes Terawan Ungkap Alasan Santai Hadapi Virus Corona: Lebih Besar Batuk Pilek Penyebab Kematian

Alat pendekteksi Virus Corona hanya bisa dilakukan oleh laboratorium yang memiliki Biro Security Level (BSL) tingkat tiga.

Hal ini disebabkan mendeteksi Virus Corona berbeda dengan saat memeriksa darah pada umumnya.

Sehingga, Unair akan membantu Balitbang Kemenkes untuk mempercepat proses penanganan dalam mendeteksi Virus Corona, agar bisa didiagnosis secara cepat.

Sehingga, sempel yang akan dideteksi tidak perlu harus dikirim ke Balitbang Kemenkes Jakarta yang memerlukan waktu lebih dari seminggu atau dua minggu, namun juga dapat dikirimkan ke Unair Surabaya.

Unair Surabaya memastikan hasil yang dikirim pada mereka bisa langsung dilihat dalam beberapa jam.

Selain itu, memperkuat pernyataan Balitbang Kemenkes, Nasih juga ingin menjawab keraguan Internasional bahwa Indonesia memiliki alat pendeteksi yang akurat.

"Kita ingin memastikan agar keraguan Internasional tidak terus berkembang, karena kita memastikan Unair mempunyai tiga tipe, tiga set yang dua berasal dari pola Jerman, sementara yang satu dari Jepang. Yang di Jepang digunakan di seluruh Jepang," ungkap Nasih.

Diketahui, saat ini Virus Corona kini telah menyebar di 25 negara, termasuk negara tetangga seperti Malaysia hingga Filipina.

Di China, virus tersebut sudah menewaskan hingga ratusan orang.

Menurut Nasih, Unair siap bekerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset lain untuk bisa mengembangkan alat yang mereka miliki.

Dikutip dari Kompas.com, Kemeterian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa hingga saat ini, belum ada kasus penularan Virus Corona di Indonesia.

Bahas Negosiasi dengan China soal Evakuasi WNI dari Virus Corona, Menkes Terawan: Ibaratnya Ngelamar

Kesimpulan tersebut berdasarkan observasi terhadap laporan dugaan kasus penularan yang disampaikan beberapa rumah sakit.

Menurut Kemenkes, sudah terdapat 34 spesimen yang dikirim dari 22 rumah sakit di Indonesia untuk diobservasi.

Hasilnya dari ke-34 spesimen tersebut dinyatakan negatif dari penularan Virus Corona.

Lihat video selengkapnya dari menit ke-4.20:

(TribunWow.com/ Rena Laila Wuri)

Tags:
Unair SurabayaVirus CoronaJepangKemenkesKobe University Jepang
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved