Virus Corona
Khawatir Tertular Virus Corona, Warga China Pilih Gunakan Aplikasi Jasa Pengiriman Makanan
Warga China mengalami kepanikan akibat wabah virus corona. Begini cara mereka memesan makanan menggunakan jasa pengiriman makanan.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Banyak warga China mengalami kepanikan luar biasa akibat wabah Virus Corona.
Banyak orang khawatir jika keluar rumah maupun bertemu satu sama lain.
Salah satu yang terdampak dari merebaknya virus corona adalah jasa pengiriman makanan secara via aplikasi sebagaimana ojol pada Go Food atau Grab Food di Indonesia.
• Virus Corona Belum Selesai, China Umumkan Flu Burung Muncul di Peternakan Ayam, Ribuan Unggas Mati
Dilansir dari BBC, Minggu (2/2/2020), banyak warga China mengeluhkan sulitnya mencari bahan makanan di situs jejaring sosial Weibo.
Kalaupun tersedia, stoknya sangat sedikit dengan harga yang melonjak.
Selain itu, membeli makanan dari luar juga memicu kekhawatiran warga China kalau-kalau makanan yang dibeli telah terkontaminasi virus.
"Saya dulu sering sekali memesan makanan lewat pengiriman (lewat aplikasi) berkali-kali dalam seminggu. Tapi sekarang jauh lebih sedikit, sekitar empat kali seminggu. Karena kami ingin menghindari kontak langsung dengan petugas pengirim makanan," kata Xingxin Yin, seorang siswa dari Wuhan.
• Korban Jiwa Pertama di Luar China Akibat Virus Corona, Pemerintah Filipina Tetapkan Aturan Karantina
Perusahaan-perusahaan food delivery di China mulai beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Salah satunya Meituan yang memiliki 440 juta pelanggan di seluruh China.
Pasar food delivery telah berkembang pesat di China.
Dengan dukungan teknologi dari Tencent, Meituan mencoba menyesuaikan diri dengan keadaan pasca merebaknya virus corona.
Perusahaan melakukan sejumlah perubahan di fitur aplikasi pemesanannya.
Dengan memungkinkan pengantar makanan tak perlu bertemu dengan pemesan dengan cara meninggalkan order makanan di depan pintu rumah atau area penerimaan barang di gedung-gedung apartemen.
Selain itu, pelanggan juga bisa tetap menelepon pengantar makanan untuk menyepakati lokasi pengantaran makanan tanpa perlu bertatap muka.
Selain itu, perusahaan juga menyediakan loker khusus di sejumlah rumah sakit sehingga pengirim makanan bisa meninggalkan pesanan dengan aman sebelum kemudian dibuka oleh staf medis rumah sakit dengan menggunakan kode QR.
• Fakta Terbaru 245 WNI dari Wuhan, Dinyatakan Sehat hingga Sempat Ada Protes dari Warga di Natuna
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/antrian-masker-di-hong-kong-pasca-menyebarnya-wabah-virus-corona-kamis-3012020.jpg)