Breaking News:

Virus Corona

Ahli Medis China Prediksikan Puncak Wabah Virus Corona Terjadi Selama 1 Pekan ke Depan

Ahli penyakit pernapasan di China yang juga pernah menangani SARS mengatakan setelah Virus Corona capai titik puncak, selanjutnya akan menurun

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
YouTube South China Morning Post
Warga Wuhan mencari pertolongan medis untuk mengantisipasi wabah Virus Corona, Minggu (26/1/2020) 

TRIBUNWOW.COM - Pemimpin tim ahli kesehatan pemerintah China Zhong Nashan menjelaskan hasil penelitiannya terhadap kasus Virus Corona yang bermula di Kota Wuhan.

Zhong mengatakan wabah Virus Corona di China tidak akan berlangsung lama.

Dikutip TribunWow.com dari scmp.com, Rabu (29/1/2020), ia menjelaskan wabah Virus Corona tidak akan separah wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang mewabah pada tahun 2002-2003.

 

Kondisi TKW asal Lombok Tengah yang Diduga Terjangkit Virus Corona di RSUD Sidoarjo

Zhong yakin Virus Corona tidak akan berlangsung lama seperti SARS sebab pemerintah China telah mengambil langkah tegas dalam penanganan virus yang telah menewakan 100 orang tersebut.

"Setelah gelombang ketiga infeksi dimulai, pemerintah telah mengambil langkah tegas, khususnya pada deteksi dini dan isolasi dini," jelasnya.

"Sehabis menjalani dua langkah tersebut, kami cukup percaya diri untuk menghindari gelombang (infeksi) selanjutnya," tambah Zhong.

Zhong menambahkan, setelah puncak wabah Virus Corona yang akan terjadi selama 1 minggu ke depan, ia memprediksi angka kasus Virus Corona tidak akan bertambah lagi.

"Saya perhitungkan wabah Virus Corona akan berada di puncaknya selama satu pekan atau 10 hari ke depan, setelah itu tidak akan ada lagi kenaikan besar-besaran," paparnya.

Pernyataan Zhong disetujui oleh Gao Fu, direktur dari Chinese Centre for Disesase Control and Prevention atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pemerintah China.

Gao Fu setuju bahwa titik balik wabah Virus Corona akan terjadi pada Sabtu (8/2/2020).

"Saya pribadi merasa optimis, dan percaya bahwa situasi akan berkembang, tetapi semua orang harus mematuhi segala langkah kontrol dan preventif yang ada," jelasnya.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun oleh South China Morning Post, Rabu (29/1/2020), jumlah korban tewas karena Virus Corona sudah menembus angka 100 orang.

 Kunjungi Korban Virus Corona di Wuhan, Perdana Menteri China Pimpin Perang Lawan Wabah Mematikan

Berikut adalah rincian detil kasus dan korban dari Virus Corona:

Kasus Positif Virus Corona:

  • China - 5974 Kasus
  • Hong Kong- 8 Kasus
  • Macau - 7 Kasus
  • Taiwan - 7 Kasus
  • Negara Asia Lainnya - 38 Kasus
  • Eropa - 4 Kasus
  • Amerika Utara - 6 Kasus
  • Australia - 5 Kasus

Korban Tewas Virus Corona:

  • China -  132 Jiwa

Berdiam di Rumah karena Virus Corona, Ini Aktivitas Warga Wuhan yang Dikarantina Pemerintah China

Ahli Kesehatan Hong Kong Tak Sepakat

Berbeda dengan pendapat para ahli di China daratan atau Tiongkok, dekan fakultas kedokteran univesitas Hong Kong, Gabriel Leung pada Senin (27/1/2020), mengatakan puncak wabah Virus Corona justru akan berada di bulan April atau Mei.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
ChinaVirus CoronaWuhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved