Breaking News:

Komisioner KPU Terjaring OTT KPK

Di ILC, Politisi Demokrat Blak-blakan 'Sentil' Jubir KPK Ali Fikri: Saya Kira Jubir Harun Masiku

Politisi Partai Demokrat , Benny S Karman menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lambat dalam menangani kasus caleg PDIP, Harun Masiku.

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
YouTube Indonesia Lawyers Club
Politisi Partai Demokrat , Benny S Karman dalam kanal YouTube Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (28/1/2020). 

"Tapi seingat saya kepala humas imigrasi namanya siapa, Arifin Gumilang tanggal 13 Januari 2020 menyampaikan bahwa Masiku sudah ke luar negeri tanggal 6 dan belum kembali," sambungnya.

Ia pun mengungkap sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut. 

"Iya kan Pak Dirjen? Mengapa saya bilang tidak ada kejujuran?," ucap Benny.

"Kalau memang ada salah sistem, sistemnya lemot atau apa tadi bahasa teknis teknologi."

"Kalau memang sistemnya lemot mengapa pada tanggal itu tidak secara terbuka disampaikan kepada publik bahwa ada kerusakan sistem di bandara?," sambungnya.

Karni Ilyas Heran Harun Masiku Belum Tertangkap, Pertanyakan Alat KPK yang Lebih Canggih dari Densus

Benny lantas mengimbau Dirjen Imigrasi untuk tak menyatakan kebohongan soal keberadaan Harun Masiku.

"Ya itu saya bilang, janganlah membohongi publik di siang hari bolong, jangan," kata Benny.

"Dirjen Imigrasi, Menkumham, saya respect, tapi saya mohon janganlah membela Masiku."

Benny menyatakan, Menkumhan dan Dirjen Imigrasi seharusnya membela kepentingan publik.

Bukan justru membela Harun Masiku yang kini masih buron.

"Bela bangsa ini, bela negara ini. Tegakkan hukum, tegakkan keadilan," ucapnya.

"Ambil bagian dalam agenda pemberatasan korupsi."

Lebih lanjut, Benny pun menyinggung nama Menkumham Yasonna Laoly.

Disebutnya, kini Yasonna Laoly tengah dalam kondisi dilema.

"Tapi kan saya tahu juga Pak Menkumham ini berada pada situasi dilematis," kata Benny.

Halaman
1234
Tags:
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)Indonesia Lawyers Club (ILC)Harun Masiku
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved