Terkini Nasional
Tokoh Masyarakat Tanjung Priok Ungkap Bahaya Pernyataan Yasonna Laoly: Punya Sejarah Trauma
Tokoh Masyarakat Tanjung Priok Rijal Kobar menjelaskan dampak dari perkataan Yasonna Laoly soal daerah Tanjung Priok lahirkan kriminalitas
Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sebelumnya diberitakan, Yasonna Laoly melontarkan sebuah pernyataan kontroversial saat menghadiri acara "Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)" di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1/2020).
Pada pernyataan tersebut Yasonna menyebut Tanjung Priok adalah daerah yang melahirkan kriminal.
Ia kemudian membandingkan wilayah Tanjung Priok di Jakarta Utara dengan Menteng di Jakarta Pusat.
Kala itu Yasonna menyebut bahwa banyak tindakan kriminal terjadi di Tanjung Priok karena tingkat perekonomiannya yang miskin.
Sedangkan untuk di kawasan pemukiman Menteng, angka tindakan kriminal rendah karena wilayahnya yang makmur.
• Diprotes Warga karena Sebut Tanjung Priok Lahirkan Kriminal, Yasonna Laoly: Ada Hal yang Dipelintir
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-2.25:
Konferensi Pers Yasonna Laoly
Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly menggelar konferensi pers untuk meluruskan soal pernyataannya terkait Tanjung Priok.
Ia memaparkan beberapa poin yang menunjukkan bahwa dirinya tidak bermaksud untuk mendiskreditkan warga Tanjung Priok.
Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Kompastv, Rabu (22/1/2020), Yasonna juga mengatakan rencananya untuk bertemu warga Tanjung Priok.

• Jawaban Yasonna Laoly terkait Data Hubungan Kriminalitas dan Tanjung Priok: Google Aja Lah
Mulanya dalam konferensi pers tersebut, Yasonna menyampaikan rasa terima kasihnya kepada demonstran karena telah memperingatkannya terkait pernyataannya yang kontroversial.
"Untuk mencegah kesimpang siuran saya menyampaikan, pertama-tama saya menyampaikan terima kasih atas kehadiran teman-teman dalam konfernsi pers sore hari ini," kata Yasonna.
Politisi PDIP tersebut menegaskan apa yang disampaikannya tidak ada maksud untuk menjelek-jelekkan warga Tanjung Priok.
"Kedua saya menyampaikan juga terima kasih bahwa saya diingatkan oleh saudara-saudara saya warga Tanjung Priok, sekaligus ingin menjelaskan bahwa apa yang saya sampaikan saat acara Resolusi Pemasyarakatan 2020 di Lapas Narkotika Kelas II Jakarta, itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung perasaan saudara-saudara di Tanjung Priok," papar Yasonna.
"Its not intended that way (tidak dimaksudkan seperti itu), karena di acara itu Pak Kepala BNN, Pak Kepala BNPT."