Viral Keraton Agung Sejagat
Pengacara 'Ratu' Keraton Agung Sejagat Ungkap Motivasi Kliennya: Keinginan Membuat Film Sejarah
Pengacara 'Ratu' Keraton Agung Sejagat menjelaskan pembelaannya terhadap kliennya dalam aktivitasnya sebagai Ratu dari kerajaan fiktif tersebut
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Pengacara mantan Ratu Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia, Ari Tarigan menjelaskan beberapa hal yang menjadi pembelaan kliennya.
Ari mengatakan dorongan Fanni untuk mengadakan kirab Keraton Agung Sejagat bukanlah berdasarkan keinginan untuk menguasai dunia, melainkan membuat film.
Dikutip TribunWow.com dari Indonesia Lawyers Club, Selasa (21/1/2020), awalnya Ari menceritakan bagaimana Fanni bertemu dengan 'Raja' dari Keraton Agung Sejagat, yakni Totok Santoso.
"Beliau kenal dengan Mas Totok di sekitar 2016, 2017 pastinya, kenal sebagai teman, rekanan yang bicara soal kebudayaan," jelas Ari.
• Jabat Letnan Jenderal, Korban Keraton Agung Sejagat Kini Enggan Pakai Seragam, Karni Ilyas: Nyesal?
Kemudian Ari menceritakan latar belakang Fanni yang memang sebelum menjadi 'Ratu', pernah berprofesi sebagai sutradara sebuah film.
Ari mengatakan karena Fanni pernah berprofesi sebagai sutradara, dorongan Fanni melakukan kegiatan-kegiatan di Keraton Agung Sejagat mulanya berniat untuk membuat sebuah film sejarah.
"Bu Fani ini seorang sutradara, sutradara film, juga Beliau sebagai punya event organizer yang berkaitan untuk membuat event-event kegiatan," kata Ari.
"Makannya kemarin dalam settingan kegiatan kirab itu."
"Beliau terpacu, itu bagian dari keinginan untuk membuat sebuah film sejarah, itu yang kita tangkap saat itu," jelasnya.
Ari kemudian menyalahkan reaksi negatif dari masyarkat sebagai sebuah miskomunikasi dan bullying terhadap Fanni.
"Tetapi ini bullying masyarakat mengarah ke persoalan yang disampaikan dugaannya, sangkaan pasal yang disampaikan tentang makar, itu jauh sekali dari ekspektasinya," ujarnya.
Pernyataan tersebut mendapat respon dari host ILC, Karni Ilyas.
Karni Ilyas yang akrab disapa Bang Karni mengatakan reaksi negatif masyarakat terhadap Keraton Agung Sejagat disebabkan oleh adanya pernyataan dari Totok Santosa yang mengaku sebagai raja dari seluruh negara di dunia.
"Bukan masyarakat yang salah," tegas Karni Ilyas.
Ari mengatakan dirinya bermaksud menyoroti motif dari Fanni yang tidak memilki keinginan untuk makar.