Viral Keraton Agung Sejagat
Enggan Disamakan dengan Totok Santosa, Petinggi Sunda Empire Ngaku Tak Rekrut Manusia, Lalu Apa?
Petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana menyebut kerajaannya adalah pihak yang memberikan izin pada setiap negara yang akan membentuk pasukan.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Mohamad Yoenus
Pernyataan Setyo Eko itu pun langsung ditimpali pertanyaan Karni Ilyas.
"Lha Pak Eko dijanjikan apa kalau ikut bersama beliau?," tanya Karni Ilyas.
Menurut Setyo Eko, kala itu dirinya diiming-imingi dengan bayaran dalam kurs dolar.
"Kalau dari awal tapi dengan janji-janjinya kalau nanti bisa berjalan akan mendapat gaji kursnya dolar," kata Setyo Eko.
Lantas, ia menyebut bayaran yang diterima berbeda setiap tingkatan.
Mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
"Waktu itu tingkat desa (Rp) 4 juta sampai (Rp) 7 juta rupiah," ujar Setyo Eko.
"Terus tingkat kecamatan itu sampai (Rp) 25 juta. Terus tingkat kabupaten saya lupa."
Namun, meskipun diiming-imingi bayaran yang besar, Setyo Eko mengaku belum pernah sekalipun mendapat uang yang dijanjikan.
"Belum pernah sama sekali," kata Setyo Eko.
Ia justru harus membayar sebesar Rp 8,7 juta secara bertahap.
"Itu tahapan, waktu itu saya cuma membayar (Rp) 15 ribu pengganti kartu anggota," ucapnya.
Lebih lanjut, Setyo Eko justru menyinggung kerajaan di Bandung, Jawa Barat, yakni Sunda Empire.
Sebelumnya, Setyo Eko menyebut Keraton Agung Sejagat merupakan pecahan dari Sunda Empire.
"Nah setelah adanya Sunda Empire itu baru lumayan mengeluarkan uang," kata dia.
• Di ILC, Korban Keraton Agung Sejagat Tolak Pakai Seragamnya Lagi, Karni Ilyas: Pak Eko Sudah Nyesal?