Viral Keraton Agung Sejagat
Bahas Raja-Raja Baru di Indonesia di ILC, Salim Said: Saya Tak Tahu Lagi Harus Bicara Apa
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan, Salim Said, menyebutkan dirinya sampai tidak tahu lagi harus berkomentar seperti apa.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan, Salim Said, menyebutkan dirinya sampai tidak tahu lagi harus berkomentar seperti apa.
Hal itu disampaikannya ketika membahas fenomena kerajaan-kerajaan baru yang bermunculan di Indonesia.
Dilansir TribunWow.com, mulanya Salim Said menyebut dirinya merasa gugup sekali membahas tema "Siapa di Balik Raja-Raja Baru?" yang ditayangkan Indonesia Lawyers Club.

• Roy Suryo Ungkap Dugaan Alasan Adanya Fenomena Keraton Palsu: Berharap Ada Dana Istimewa Pemerintah
• Muncul Berbagai Kerajaan Fiktif, Pengamat: Ada Kaitan dengan Ketidakpuasan terhadap Pemerintah
"Saya sudah berkali-kali ikut di acara ini, tapi saya tidak pernah gugup seperti sekarang," kata Salim Said, dalam tayangan TvOne, Selasa (31/1/2020).
"Karena saya betul-betul tidak tahu lagi harus bicara apa," lanjut Salim.
Salim menyebutkan dirinya merasa kesulitan mengungkapkan hal-hal yang perlu diklarifikasi.
Ia kemudian mengungkapkan responsnya ketika pertama kali mengetahui keberadaan kerajaan-kerajaan baru.
"Mula-mula respons saya kepada kerajaan baru ini respons seorang seniman," kata Salim.
"Saya lihat pakaiannya bagus-bagus. Saya kira polisi. Lho, polisi Indonesia kok punya pakaian bagus?" lanjutnya.
Menurut Salim, munculnya kerajaan-kerajaan baru tersebut adalah pertanda krisis politik di Indonesia.
"Gejala-gejala ini yang antara lain diurus polisi adalah pertanda ada suatu krisis politik di negeri ini," tegas Salim.
Ia mengatakan munculnya kerajaan baru bukanlah suatu fenomena, melainkan muncul akibat ada permasalahan yang tidak tampak sebelumnya.
Salim menyatakan dengan keras bahwa kejadian tersebut tidak hanya terjadi begitu saja.
"Kalau Anda belajar sedikit ilmu politik atau ilmu sosial pada umumnya, adalah tolol kalau Anda hanya melihat ini sebagai peristiwa yang terjadi begitu saja," kata Salim.
"Menurut saya, ini harus dilihat dalam konteks waktu," tambahnya.