Banjir di Jakarta
Disinggung soal Cebong dan Kampret, Rocky Gerung: Marahi Prabowo, Kenapa Dilimpahkan ke Anies?
Pengamat Politik, Rocky Gerung menilai tidak ada kaitannya dengan dendam politik soal tuntutan mundur bagi Anies Baswedan.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Saya anggap orang yang mengolah dendam pada Anies itu bukan sekedar kekanak-kanakan, separo orang doang itu," kata Rocky Gerung.
Selain itu, Rocky Gerung mengatakan bahwa persoalan banjir harusnya diselesaikan secara teknis.
Bukan saling menghujat dengan unsur ideologi hingga sejarah.
"Membully atau menghujat itu kan setelah banjir selesai kan? Ini sementar banjir juga menghujat ngapain."
"Banjir itu diselesaikan secara teknis, enggak bisa diselesaikan secara ideologi, secara psikologis, secara sejarah," jelasnya.
Lihat videonya mulai menit ke 4:10:
Pada kesempatan itu, Rahma Sarita juga menyinggung komentar-komentar pedas pada Anies banyak datang dari bukan Warga Jakarta.
"Tetapi kalau melihat peristiwa banjir di Jakarta ini menarik, karena begitu banjir ini terjadi langsung netizen rame banget kan gitu ya."
"Bahkan banyak komentar dan bully segala macam, yang menarik sebagian besar tidak tinggal di Jakarta, seperti apa ya," kata Rahma.
Rahma kemudian bertanya apakah hal tersebut diakibatkan karena kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pemilihan Kepala Daerah 2017 lalu.
"Apakah ini benar-benar imbas karena tidak terima ibu kotanya kebanjiran ataukah karena imbas yang belum lalu, masa Ahok," tanya Rahma.
• Debat dengan Jakarta Bergerak soal Jumlah Pendemo Tuntut Anies Mundur, Haikal Hassan: Google Ngitung
Rocky Gerung menilai, hal itu tidak ada kaitannya.
Ia justru menduga bahwa hal tersebut terjadi lantaran Anies kini disebut-sebut akan maju sebagai Calon Presiden 2024.
"Bukan imbas yang lalu, imbas yang datang lebih dahulu untuk peristiwa yang baru akan terjadi pada 2024," kata Rocky Gerung.
Apalagi, kini tidak ada nama lain yang disebut akan maju ke Pilpres 2024.