Komisioner KPU Terjaring OTT KPK

Andreas Hugo Pareira Ungkap Momen saat Tagih Surat Tugas KPK Geledah PDIP: Tak Ada Tanda Tangannya

Anggota DPR fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira mengungkap alasan keberatan partainya soal penggeladahan Kantor DPP PDIP.

Andreas Hugo Pareira Ungkap Momen saat Tagih Surat Tugas KPK Geledah PDIP: Tak Ada Tanda Tangannya
Channel Youtube Kompas TV
Anggota DPR fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira mengungkap alasan keberatan partainya soal penggeladahan Kantor DPP PDIP di Kompas TV pada Senin (13/1/2020), 

TRIBUNWOW.COM - Anggota DPR fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira mengungkap alasan keberatan partainya soal penggeladahan Kantor DPP PDIP.

Penggeledahan itu diketahaui buntut dari kasus Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan yang menerima suap dari Politisi PDIP, Harun Masiku, terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI terpilih 2019-2020.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Kompas TV, pada Senin (13/1/2020), Andreas mengatakan PDIP merasa keberatan lantaran KPK tidak mengantongi surat tugas.

Jokowi Didesak Lagi Terbitkan Perppu setelah KPK Gagal Geledah Kantor PDIP, Moeldoko: Salah Alamat

"Ini kan keanehan juga kenapa melakukan apa yang mereka sebut dengan penggeledahan tanpa surat tugas yang jelas dan tidak mau menunjukkan surat tugas gitu, itu yang terjadi," ungkap Andreas.

Andreas yang mengaku berada di sana waktu KPK datang, mengatakan bahwa ia sempat bertanya pada para penyidik.

"Saya bertanya yang ada di sana, saya tanya sama temen-temen yang bertugas pada saat itu," katanya.

Lantas, Andreas mengibaratkan bahwa kantor berita seperti Kompas juga akan merasa keberatan jika sejumlah orang datang dengan tiba-tiba mau menggeledah.

"Ketika datang, kami minta kan bertugas untuk menjaga kantor partai dan buat kami kantor partai adalah simbol partai."

"Saya kira kalau Kompas tiba-tiba ada yang datang dan kemudian mau menggeledah di sini kan Anda tanya," ujar Andreas.

Ungkap Kejanggalan Penggeledahan Kantor DPP PDIP, Haris Azhar Justru Kritik KPK: Pimpinan Baru Gagal

Pasti Kompas juga akan bertanya terlebih dahulu jika terjadi suatu penggeledahan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved