Terkini Nasional
Rocky Gerung Pesimis Jokowi Mampu Selesaikan Konflik Natuna, Singgung Nama Prabowo Subianto
Pengamat Politik Rocky Gerung menyinggung nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat membahas soal konflik di perairan Natuna.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
Melanjutkan pernyataannya, Rocky justru menyinggung nama Prabowo Subianto hingga Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
"Prabowo (menyatakan) lain, Luhut lain, Mahfud lain," kata Rocky.
"Jadi orkestrasi politik Jokowi di semester pertama ini pasti berantakan karena enggak ada konduktor."
"Enggak ada partitur juga di depannya."
Rocky menilai, segala persoalan terkait pemerintahan Jokowi itu muncul karena sang presiden tak mampu membaca kondisi politik dunia.
"Butuh partitur, kan orang yang buta huruf musik bisa dituntun oleh partitur," ucapnya.
"Problem-nya dia enggak bisa membaca partitur politik dunia."
Lebih lanjut, Rocky menilai publik justru pesimis terhadap pemerintahan Jokowi periode kedua ini.
Hal itu disebabkan karena sang presiden tak mampu mengorganisir kabinetnya secara baik.
"Itu psikologi publik sekarang sebetulnya dikoordinasi oleh isu tentang ketidakmampuan negara dalam hal ini presiden untuk mengorganisir isu sehingga orang punya harapan di 2020," kata Rocky.
"Jadi dari awal publik mengangap bahwa ya udah lebih baik pesimis daripada berharap yang palsu tuh."
Simak video berikut ini menit ke-2.58:
Kata Rocky Gerung soal Pilpres 2024
Sebelumnya, Rocky Gerung menduga adanya sinyal pertarungan antara kubu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan kubu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Dilansir TribunWow.com, Rocky Gerung menyatakan Anies Baswedan akan menjadi pesaing terberat di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.