WNI Perkosa Puluhan Pria di Inggris
Mantan Dosen University of Oxford Akui Mengerikannya Reynhard Sinaga, Ungkap Alasan Kasus Ditutupi
Mantan Pengajar University of Oxford, Peter Carey mengakui betapa mengerikannya kasus yang dihadapi Reyhard Sinaga.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Mantan Pengajar University of Oxford, Peter Carey mengakui betapa mengerikannya kasus yang dihadapi Reyhard Sinaga.
Hal itu diungkapkan Peter Carey saat menjadi narasumber di acara acara Rosi Kompas TV pada Kamis (9/1/2020).
Sebagaimana diketahui Reyhard Sinaga merupakan pelajar asal Indonesia yang memperkosa hampir 200 pria di Inggris hingga dijatuhui hukuman pidana seumur hidup.
• Manchester United Bantah Klaim Reynhard Sinaga Pernah Bekerja di The Red Devils
• Perkosa Ratusan Pria, Apa Kepuasan Psikopat seperti Reynhard? Pakar Saraf: Dia Merasa Rileks
Peter Carey mengatakan, empat kali sidang dengan juri yang berbeda merupakan sesuatu yang baru dalam sejarah persidangan Inggris.
Hal itu mengingat saking beratnya kasus perkosaan Reynhard Sinaga itu.
Sedangkan juri di pengadilan Inggris berperan untuk mempertimbangkan bukti dan kesaksian untuk menentukan pertanyaan tentang fakta.
Biasanya terdapat 12 juri dalam sistem pengadilan Inggris.
"Tadi Pak Peter juga sempat menyebut yang mana itu juga kita baca di persidangan, empat persidangan, jurinya beda sama sekali."
"Apakah ini juga hal yang biasa atau memang terjadi dalam kasus yang dibilang terbesar sepanjang sejarah Inggris," tanya Rosi sebagai presenter.
Peter kemudian mengatakan bahwa saking beratnya kasus Reynhard, maka juri yang didatangkan dalam setiap sidang berbeda-beda.
Jika juri terlibat dalam empat kali sidang bisa kacau.
"Sebenarnya untuk kasus ini begitu berat, begitu emosi, begitu mengerikan, begitu menyesatkan."
"Tidak mungkin seorang juri empat kali terlibat, dan itu menjadi kacau sistem pengadilan," jelas Peter.
• Pakar Ilmu Saraf Jelaskan Mengapa Reynhard Sinaga Selalu Tenang, Fungsi Bagian Tubuh Ini Tak Bekerja

Sehingga, juri akan dibebas tugaskan setelah mengerjakan satu sidang.
"Jadi mereka dengan sengaja setiap kali ada proses pengadilan mereka memilih satu juri baru dan juri yang lama dibebaskan dari tugas. Begitu beratnya," ucapnya.
Selain itu, Peter lantas mengungkapkan alasan selama ini Pengadilan Inggris menutupi kasus Reynard hingga akhirnya dibuka pada Senin (6/1/2020).
Meski boleh meliput, namun pers tetap harus dibatasi dalam memberitakan kasus Reynhard.
Peter mengatakan, jika pers diperbolehkan mengetahui semuanya, maka itu akan membuat lebih kacau.
Apalagi, masih banyak korban yang belum diketahui sosoknya.
"Saya kira itu akan membuat lebih rumit dan lebih kacau, mereka mendapat sekian banyak DVD dari polisi."
"Ada 159 korban, kebanyakan tidak tahu siapa," ungkap dia.
Seadainya pers mengetahui video-video itu, identitas korban ditakutkan akan bocor.
Sedangkan, korban harus dilindungi.
• Wartawan BBC Indonesia Bongkar Suasana Jalannya Sidang Reynhard Sinaga: Dia Nikmati Persidangan
"Seumpanya pers terlibat bocoran dari desas desus bahwa ini menjadi korban, ini sesuatu yang tidak boleh terjadi."
"Harus ada perlindungan dan sebenarnya polisi tidak membutuhkan pendampingan," jelasnya.
Sebenarnya pers bisa berguna untuk keperluan dokumentari dan bisa berguna untuk mengawal proses pengadilan jika ada suatu kesalahan.
"Mungkin pers bisa menjadi watchdog seumpanya ada sesuatu miscarriage justice (gagalnya tujuan keadilan dan kepastian hukum)."
"Jadi pers bisa membuat documentary," ungkap Peter.
Namun, lantaran kasus ini terlalu berat dan korban harus dilindungi, maka pers tidak diizinkan mempublikasikan identitas-identitas terkait kasus Reynhard.
"Tapi di dalam pengadilan di Inggris, apalagi kasus seberat ini harus ada anonimitas harus ada perlindungan," lanjut dia.
Lihat videonya mulai menit ke 7:34:
Korban Buka Suara soal Aksi Keji Reynhard Sinaga
Satu di antara ratusan pria korban pemerkosaan Reynhard Sinaga mengungkap fakta memilukan.
Dilansir TribunWow.com dari Manchester Evening News, korban tersebut mengaku sempat depresi berat saat mengetahui dirinya telah diperkosa oleh rekan sesama jenis, Reynhard Sinaga.
Saat tindakan pemerkosaan dilakukan Reynhard Sinaga, ia dalam kondisi tak sadar.
Bahkan, ia mengetahui baru dirinya telah diperkosa, setelah pihak kepolisian mendatanginya untuk meminta keterangan.
• Perkosa Ratusan Pria di Inggris, Reynhard Sinaga juga Ambil Barang Korbannya untuk Kenang-kenangan
• Pernah Jadi Tempat Kuliah Reynhard Sinaga, Ini Tanggapan UI soal Kasus Perkosaan Terbesar di Inggris
Terpukul atas kejadian itu, korban bahkan sempat berusaha mengakhiri hidup.
Tepatnya pada Hari Natal 2018, ia mencapai titik terendah ketika seseorang berkomentar tentang serangan itu.
"Saya tidak tahu mereka tahu," katanya.
Malam itu ia mencoba bunuh diri, namun justru berakhir di rumah sakit.
“Aku ingat ibuku menangis sepanjang malam."
"Aku tidak pernah berada di tempat seburuk ini seumur hidupku."
"Ini adalah dua tahun terburuk dalam hidupku."
Korban merasa heran, bagaimana bisa dirinya diperkosa oleh Reynhard.
“Itu menghancurkan saya," ucap seorang korban.
"Bagaimana kamu bisa sebodoh itu?"
"Saya tidak pantas menerima ini. Itu hal pertama yang saya pikirkan di pagi hari dan hal terakhir yang saya pikirkan di malam hari," sambungnya.

• Mengenal GHB, Obat yang Digunakan Reynhard Sinaga saat Memperkosa: Bisa Tingkatkan Gairah Seksual
Diketahui, Reynhard Sinaga terbukti terlibat dalam 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria di Mancehster, Inggris.
Sederet pemerkosaan yang dilakukan Reynhard Sinaga menimbulkan trauma pada para korbannya.
Tak hanya fisik, para korban juga mengalami trauma psikis.
Seorang korban begitu hancur mengetahui bahwa dia telah diperkosa sehingga dia mencoba bunuh diri pada Hari Natal.
Sedangkan korban lainnya mengalami ketakutan jika Reynhard tetap bebas dan terus melancarkan pemerkosaan.
Dalam melancarkan aksinya, Reynhard membuat para korban tak sadarkan diri.
Reynhard diketahui selalu mengajak teman lelakinya datang ke apartemen yang dihuninya.
Di apartemen itulah, Reynhard memberikan minuman alkohol yang dicampur obat bius.
Saat korban tak sadarkan diri, Reynhard pun melakukan pemerkosaan.
Bahkan, Reynhard juga merekam aksi pemerkosaan itu melalui kamera ponselnya.
Beberapa kali, pria 36 tahun itu bahkan melakukan aksi pemerkosaan selama berjam-jam.
Saat terbangun, beberapa korban justru merasa bingung dan malu karena mereka tiba-tiba muntah di apartemen orang lain.
Setelah menyadari dirinya jadi korban pemerkosaan Reynhard, banyak dari mereka yang merasa jijik. (TribunWow.com/Mariah Gipty/Jayanti Tri Utami)