Breaking News:

Kabar Tokoh

Mantan Menag Lukman Hakim Ungkap Tugas yang Masih Jadi Beban Pikiran, Singgung Intoleransi

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim ungkap sisa tugas yang belum sempat ia selesaikan di era kepemimpinannya

Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
youtube Q&A METRO TV
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim ungkap sisa tugas yang belum sempat ia selesaikan di era kepemimpinannya 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin periode 2014-2019 mengungkapkan tugas besar apa yang belum sempat ia selesaikan ketika masih menjabat sebagai Menag.

Lukman menjelaskan dirinya masih belum bisa bersikap adil terhadap para penganut agama di luar enam agama resmi yang ada di Indonesia.

Dikutip TribunWow.com, mulanya Lukman mengakui dirinya masih memiliki beban pikiran soal tugas yang belum sempat terselesaikan.

"Jadi tentu masih banyak hal yang harus dikerjakan dalam hal ikhwal kehidupan keagamaan, di republik yang sangat agamis ini, sangat majemuk ini," kata Lukman pada acara Q&A METRO TV, Minggu (5/1/2020).

Ditanya Kenapa Tak Lagi Masuk Kabinet Jokowi, Ini Jawaban Mantan Menag Lukman Hakim Saifuddin

Ia lalu menjelaskan hal apa yang menjadi beban pikirannya.

Lukman mengatakan hal yang menjadi beban pikirannya adalah dirinya belum bisa memberikan perhatian yang seimbang terhadap para penganut agama-agama yang belum dianggap sebagai agama resmi berdasarkan konstitusi di Indonesia.

"Saya merasa, kekurangan saya, belum cukup memberikan porsi untuk bagaimana negara melalui pemerintah melayani kehidupan umat beragama di luar enam agama yang ada. Karena selain Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu, tentu ada saudara-saudara kita warga Indonesia juga yang menganut agama di luar yang enam," paparnya.

Meskipun bukan agama yang resmi, Lukman mengatakan para penganut agama tersebut tetap memiliki hak yang sama dengan Warga Negara Indonesia lainnya.

"Dan tentu mereka juga perlu, negara hadir terhadap mereka, saya merasa kami kurang, saya kurang memberikan porsi yang cukup, karena memang, waktu yang ada sangat terbatas, dan harus ada skala prioritas," jelas Lukman.

"Sehingga kemudian perhatian terhadap mereka perlu ditingkatkan," tambahnya.

Bahas Radikalisme, Politisi Demokrat Sindir Menag Fachrul Razi: Rakyat Berhak Menilai

Isu Intoleransi Tak Pernah Berhenti

Walau belum sempat menyelesaikan persoalan hak penganut agama di luar agama resmi, Lukman mengatakan dirinya telah memulai tahap menuju ke sana.

"Tentu kita sudah memulainya, hanya persoalannya tidak sederhana," kata Lukman.

Ia mengatakan meskipun sudah melakukan usaha untuk bersikap adil terhadap semua agama, isu intoleransi di Indonesia menjadi hambatan terbesarnya.

"Belum lagi perbedaan paham keagamaan di kita ini cukup menjadi isu yang tidak pernah berhenti, jadi kehidupan keagamaan, toleransi, saling menghargai, menghormati perbedaan, itu tidak hanya satu agama dengan agama yang lain," terang Lukman.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Lukman Hakim SaifuddinIntoleransiMenteri Agama
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved