Breaking News:

Kasus Jiwasraya

Di ILC, Rizal Ramli Kritik Keras Sri Mulyani soal Jiwasraya: Bukan Selesaikan Malah Ciptakan Masalah

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengkritik Menteri Keuangan, Sri Mulyani atas kasus Jiwasraya.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
Channel Youtube Indonesia Lawyers Club/Tribunnews.com
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengkritik Menteri Keuangan, Sri Mulyani atas kasus Jiwasraya, Selasa (7/1/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengkritik Menteri Keuangan, Sri Mulyani atas kasus Jiwasraya.

Diketahui Jiwasraya mengalami gagal bayar uang nasabahnya hingga triliunan rupiah.

Dilansir TribunWow.com, kritikan itu diungkapkan Rizal Ramli saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club tvOne pada Selasa (7/1/2020).

Rizal Ramli Nilai Nasabah Turut Bersalah atas Kasus Jiwasraya: Kebanyakan Mereka Terlalu Serakah

Selain Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rizal Ramli menilai bahwa Sri Mulyani juga tidak bisa menyelesaikan masalah Jiwasraya.

Bahkan, Sri Mulyani justru disebut sebagai tukang menambah masalah.

"Nomor dua setelah OJK adalah menteri keuangan."

"Tapi kita kenal menteri keuangan setiap ada masalah bukannya menyelesaikan masalah bahkan ciptakan masalah," kritik Rizal Ramli.

Lantas, Rizal Ramli memberikan contoh kasus Bank Century pada era Susilo Bambang Yudhoyono.

"Century Rp 6,7 triliun, penjualan aset PPPN return-nya hanya 11 persen dan sebagainya dan sebagainya," lanjut Rizal Ramli.

Kemudian, Rizal Ramli memberikan pertanyaan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebenarnya siapa pihak yang berwenang penuh atas kasus Jiwasraya.

"Tinggal Menteri BUMN yang baru pertanyaannya, Pak Jokowi mesti jelaskan siapa final authority-nya ya?," ujar Rizal Ramli.

Soal Jiwasraya, Rizal Ramli Desak Jokowi Copot Manajemen OJK: Mereka Malah Sibuk Buat 2 Tower Tinggi

Jika kewenangan penuh di tangan OJK, maka Rizal Ramli menilai itu tidak benar.

Pasalnya, OJK dianggap tidak bisa melakukan tugasnya.

"Kalau final authority-nya OJK, saya mohon maaf enggak bakal selesai ini. Nama Indonesia bisa rusak sama mereka," ucapnya.

Menurutnya, Kementerian BUMNlah yang paling tepat menyelesaikan masalah Jiwasraya.

"Jadi presiden mesti tunjuk siapa leading prime dalam menyelesaikan masalah ini."

"Dan menurut saya, BUMN yang kena bebannya yang harus menyelasaikan masalah ini," tutur Rizal Ramli.

Lihat videonya menit ke-11:17:

Rizal Ramli Desak Jokowi Copot Manajemen OJK

Pada kesempatan yang sama, Rizal Ramli juga mengkritik keras kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rizal Ramli bahkan mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencopot manajemen OJK.

Hal itu diungkapkan Rizal Ramli terkait perusahaan Jiwasraya yang tak bisa membayar nasabahnya hingga triliunan rupiah.

 Tanggapan Habib Rizieq Shihab soal Kasus Jiwasraya: Seret ke Pengadilan, Jebloskan ke Penjara

Mulanya Rizal Ramli mengatakan gaji staf OJK cukup tinggi.

Namun, Rizal Ramli menilai gaji tinggi itu tidak dibarengi dengan kinerja yang baik para petugas OJK.

"Gaji stafnya mahal sekali, dia well paid (dibayar dengan baik). Semua itu,"

"Tetapi diisi kebanyakan oleh para birokrat, orang akademik yang tidak punya pengalaman praktik dalam melakukan turn around, melakukan surveillance (pengawasan) dan macem-macem," kritik Rizal Ramli.

Padahal menurut Rizal Ramli tugas OJK cukup sederhana apalagi dengan adanya big data analysis.

"OJK soal sederhana ini saja enggak bisa. Padahal sebetulnya sangat sederhana dengan hari ini big data analysis dipake."

"Ketahuan semua mana yang legal dan illegal, dia ambil tindakannya," ungkap Rizal Ramli.

Lantas, Rizal Ramli mengatakan dirinya sempat harus memberi teguran keras dahulu pada OJK, hingga sebuah lembaga fintech yang merugikan konsumen digrebek.

"Baru setelah saya ngomong keras baru digerebek itu salah satu lembaga fintech yang sangat merugikan konsumen dan masih banyak lagi," katanya.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli angkat bicara terkait kisruh di Perusahaan Asuransi Jiwasraya.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli angkat bicara terkait kisruh di Perusahaan Asuransi Jiwasraya. (Channel Youtube Indonesia Lawyers Club)

 BUMN Minta BPK Tak Tutupi soal Investigasi Jiwasraya: Kami Percayakan Hasilnya

Kemudian, mantan menteri yang juga ekonom ini mengatakan bahwa manajemen OJK sangatlah buruk.

Sehingga ia mendesak agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti manajemen lembaga independen tersebut.

"Itu soal yang sederhana, nah tetapi kemampuannya untuk melakukan surveillance, monitoring dan enforcement (lingkungan), rule (peraturan), dan good goverment (pemerintahan yang baik) sangat-sangat lemah sekali," jelas Rizal Ramli.

"Manajemen OJK saya minta Pak Jokowi berani ganti," imbuhnya diikuti tepuk tangan hadirin ILC.

Kemudian, Rizal Ramli juga mengkritik OJK yang saat ini tengah membangun kantor besar yang baru.

Ia menyesalkan pembangunan itu mengingat kinerja OJK dianggap sangat buruk.

"Mereka malah sibuk bikin dua tower tinggi sekali, mau dijadikan kantor OJK."

"Bayangin itu, fungsi utamanya kagak dijalanin mau pindah kantor yang tinggi sekali masih dalam pembangunan," kata dia.

 Mantan Bos Samsung Ungkap Alasan Ratusan Warga Korea Percaya Jiwasraya: Pemerintah Punya, Oke

Ia meminta pembangunan itu untuk dihentikan terlebih dahulu.

Rizal Ramli mengimbau agar OJK turut membantu membayar uang nasabah Jiwasraya yang kini belum terbayarkan hingga triliunan rupiah.

"Ini harus disetop ini bayar duit nasabah sebelum bikin kantor macam-macam itu," ucapnya. 

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Tags:
JiwasrayaIndonesia Lawyers Club (ILC)Sri MulyaniRizal Ramli
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved