Banjir di Jakarta
Hadapi Kemungkinan Banjir Susulan, Anies Baswedan Paparkan Persiapannya: Insya Allah Sesuai Harapan
Strategi Anies Baswedan bersiap atasi kemungkinan banjir susulan di Jakarta
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan akan terus terjadi hingga bulan Maret.
Menghadapi kemungkinan adanya banjir susulan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan telah mempersiapkan datangnya banjir.
Dikutip TribunWow.com, Anies mengatakan dalam rangka bersiap menghadapi kemungkinan banjir susulan, pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk menanggulangi banjir.
"Memastikan semua alat berfungsi, saluran air berfungsi," papar Anies di acara Wawancara Eksklusif tvone yang diunggah di kanal YouTube Talk Show tvOne, Senin (6/1/2020).
• Ulas Banjir di Jakarta, Anies Baswedan Bersyukur Situasi Masih Terkendali: 85 Persen Wilayah Aman
Anies mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan berusaha semaksimal mungkin mengendalikan dampak dari banjir di Jakarta.
"Kita tidak bisa mengendalikan volume air hujan, tapi kita bisa mengendalikan dampak dari air hujan itu," kata Anies.
Ia lanjut mengevaluasi wilayah Jakarta yang tergenang oleh banjir.
Menurut Anies banjir di Jakarta masih berada dalam kendali.
Anies mengatakan hal tersebut karena sebagian besar wilayah Jakarta aman dari banjir.
"Dan kalau kita berbicara Jakarta, bayangkan hujannya itu di seluruh wilayah ekstrim. Tapi kita coba lihat 85 persen wilayah alhamdulillah aman, kita syukuri itu," paparnya.
Meskipun sebagian besar wilayah Jakarta dikatakannya aman, Anies tetap mengatakan bahwa langkah Pemprov DKI dalam menangani banjir belum cukup baik.
"Sempurna? Tidak, ada 15 persen yang bermasalah, dan dari 15 persen itu yang ekstrem 22 RW, kira-kira 0,7 persen," terangnya.
"Tapi di situ yang gambarnya paling dramatis, di situ yang gambarnya paling bisa di foto."
"Tapi kita syukuri bahwa 85 persen wilayah yang terkena hujan yang sama bisa terkendali," lanjutnya.
Anies kemudian mengatakan banjir di Jakarta dapat lebih parah apabila Pemprov DKI tidak mengambil langkah dengan cepat.
"Jika kita tidak mengerjakan itu semua, mungkin dampaknya jauh lebih luas," ujarnya.
"Bayangkan hujannya sama, tapi yang terkena 15 persen kawasan," tambah Anies.
• Pemprov DKI Jakarta Dianggap Tak Siap Hadapi Banjir, Anies Baswedan Diminta Apel Siaga Semua Alat
Curah Hujan Ekstrim
Ia kemudian menyinggung curah hujan ekstrim yang menjadi sebab Jakarta tergenang banjir.
"Jadi langkah yang kita kerjakan, alhamdulillah membuat kita terhindar dari bahaya yang lebih besar, karena kalau lihat volume hujannya ekstrim," jelas Anies.
Walau intensitas hujan ekstrim, Anies mengatakan langkah pemerintah dalam mengatasi banjir cukup berhasil karena wilayah-wilayah penting bisa bebas dari banjir.
"Tapi coba anda lihat, kawasan-kawasan penting, wilayah-wilayah utama yang menjadi kegiatan perekonomian, apakah terkubur dengan hujan? Alhamdulillah tidak," tuturnya.
Anies tak mengatakan dirinya mampu menghilangkan banjir 100 persen dari Jakarta, namun ia berkomitmen akan berusaha sungguh-sungguh mengatasinya.
"Ikhtiar manusia adalah menyiapkan semuanya, adapun apa yang terjadi, Insya Allah takdirnya sesuai dengan harapan kita," imbuh Anies.
• Anies Sebut Kemang Tak Banjir karena Pompa Mobile, Faktanya Terendam hingga 2 Meter
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-7.35:
Anies Baswedan Enggan Berdebat soal Banjir
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak ingin membahas apa-apa saja langkah ke depannya yang akan dilakukan untuk menangani masalah banjir di masa mendatang.
Anies mengatakan untuk saat ini sebagai Gubernur DKI Jakarta, dirinya hanya ingin membereskan masalah banjir sebagai prioritas utama.
Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal YouTube tvOneNews, Kamis (3/1/2020), mulanya Anies menegaskan bahwa masalah banjir di Jakarta belum selesai sebelum memenuhi 3 parameter yang telah ditetapkannya.
"Ini belum selesai," kata Anies.
"Apa indikasi selesai, satu seluruh pengungsi kembali ke rumahnya masing-masing, dua mereka bisa berkegiatan di rumahnya masing-masing, tiga semua fasilitas yang kemarin terdampak baik di kampung maupun di tempat umum sudah pulih 100 persen," paparnya.
• Prihatin Atas Banjir yang Menggenangi Rumah Duka di Tanggerang, Hotman Paris: Nangis Lihatnya!
Anies mengatakan untuk saat ini proses penyelesaian banjir masih belum selesai.
Ia kemudian menunjukkan contoh gardu listrik yang mati masih berjumlah ratusan, sehingga belum bisa dikatakan selesai.
Gubernur pasangan Sandiaga Uno tersebut kembali menegaskan bahwa penyelesaian banjir adalah prioritas utama.
Anies menegaskan dirinya tak ingin berdebat soal sumber masalah penyebab banjir saat ini.
"Saya selalu sampaikan kepada semua, fokus kita membereskan ini," ujar Anies.
"Enggak usah berdebat soal sebab dulu, enggak usah berdebat soal strategi dulu, karena ini kita di sini berbicara soal ruang yang nyaman," tambahnya.
Para pengungsi yang masih berada di pengungsian menurut Anies merupakan masalah paling pertama yang harus segera diselesaikan.
"Ini bagi ribuan warga yang masih di tempat pengungsian, itu enggak nyaman," tutur Anies.
"Itu yang sedang kita fokuskan sekarang," imbuhnya.
Anies mengatakan masalah banjir di Jakarta parah atau tidaknya bergantung kepada lokasinya.
"Perlu saya sampaikan juga bahwa ini problem yang ada lokasinya, artinya ada 20 RW yang di atas 150 cm," terangnya.
Ia kemudian menyinggung pemberitaan media yang menyoroti hanya pada titik-titik lokasi yang mengalami banjir parah mengakibatkan adanya pandangan dari negara-negara lain bahwa Jakarta berada dalam kondisi yang parah.
"karena ramai, saya terima banyak sekali pertanyaan dari dunia internasional termasuk apakah Jakarta sedang tenggelam, karena memang beritanya kita fokus di tempat yang jumlahnya sedikit tapi airnya cukup tinggi," jelas Anies.
"Sebagai pemberitaan memang menarik, tapi bagi mereka yang tidak berada di Jakarta mungkin masih merasa Jakarta ini sedang tenggelam," lanjutnya.
Anies menjelaskan bahwa wilayah yang terdampak banjir dengan intensitas yang parah hanya sebesar 0,01 persen.
"Alhamdulillah Jakarta secara umum, 82 persen wilayah Jakarta aman, ada 18 persen yang terkena. Dari 18 persen itu yang di atas 150 cm hanya 0,01 persen," tandasnya.
• Alasan Anies Baswedan Tolak Permintaan Warga Hidupkan Listrik meski Banjir Sudah Surut
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-10.00:
(TribunWow.com/Anung Malik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/strategi-anies-baswedan-bersiap-atasi-kemungkinan-banjir-susulan.jpg)