Konflik RI dan China di Natuna
Kapal China Masuki Perairan Natuna, Pakar Hukum Soroti Pernyataan Prabowo Subianto: Harusnya Tegas
Pakar Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana buka suara soal polemik masuknya kapal coast guard milik milik China di perairan Natuna.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Nah mungkin ini sekarang pemerintah China mau melihat apakah konsistensi itu ada atau tidak," ujarnya.

• Pengamat Beberkan Cara Menangkan Pertarungan atas Klaim Natuna dari China, Sebut Kata Kunci
Terkait hal itu, Hikmahanto pun menyinggung pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.
Diketahui, Edhy Prabowo sempat menyatakan tak akan menenggelamkan kapal asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa izin.
Hikmahanto menyebut, kebijakan Edhy Prabowo justru melunak dibandingkan dengan era Susi Pudjiastuti.
"Karena kan Menteri Perikanan mengatakan bahwa kalau nanti ditangkap tidak perlu lagi ditenggelamkan," ucap Hikmahanto.
"Jadi seolah-olah malah melunak."
Melanjutkan penjelasannya, Hikmahanto juga menyinggung nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
"Ini yang dicoba apakah memang demikian, oleh karena itu Pak Menhan menurut saya jangan mengatakan kita bersabar," kata dia.
Ia mengimbau Prabowo Subianto untuk bersikap lebih tegas dalam menghadapi persoalan Natuna ini.
"Tapi harusnya Pak Menhan juga tegas mengatakan bahwa kita akan ke Natuna Utara," ujar Hikmahanto.
" 'Saya akan melihat sendiri kondisi di sana seperti apa'," imbuhnya.
"Jadi untuk menunjukkan bahwa Indonesia konsisten, 2016-2020 konsisten."
Lantas, Hikmahanto juga menyoroti soal persiapan anggota TNI mengamankan perairan Natuna.
Ia menilai, sikap TNI tersebut cukup berlebihan.
"Tapi menurut saya ini satu hal, tidak perlu kemudian TNI kita seolah-olah mau siap-siap perang," kata dia.