Banjir di Jakarta
Ungkit Era Pemerintahan Ahok, Yayat Supriyatna Sebut Hal Ini yang Dulu Dilakukan demi Kurangi Banjir
Pengamat Tata Kota, Yayat Supriyatna buka suara soal bencana banjir yang melanda Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
Ia mengatakan tidak akan berhenti bekerja sebelum tercapainya kondisi yang ia anggap aman.
Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal YouTube tvOneNews, Rabu (1/1/2019), Anies menetapkan 3 parameter selesainya musibah banjir di Jakarta.
Mulanya Anies menjelaskan bagaimana banjir telah mengguyur area Jabodetabek.
• Jakarta Kebanjiran, Agus Pambagio Sudah Wanti-wanti Anies Baswedan soal Ini, Singgung Pilkada DKI
"Benar memang terjadi banjir di kawasan Jabodetabek, jadi baik Jakarta maupun sekeliling, Bekasi, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan," paparnya.
Anies sempat membahas bagaimana curah hujan yang cukup deras turut menyumbang terjadinya banjir di Jakarta.
"Curah hujan yang cukup intens di bagian barat pulau Jawa memang luar biasa," katanya.
Ia mengatakan prioritas utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini adalah evakuasi warga yang terjebak banjir.
"Kami konsentrasinya adalah pada penyelamatan warga. Karena itu sejak kemarin petugas kita bekerja di lapangan untuk melakukan evakuasi," ujar Anies.
Seusai mengevakuasi, Anies juga berfokus untuk menyiapkan tempat-tempat pengungsian sementara.
"Memastikan bahwa warga yang berada di daerah terdampak, bisa diselamatkan dan disiapkan tempat-tempat pengungsian, alhamdulliah sejak tadi malam, hujan sudah berangsur surut," lanjut Anies.
"Air juga sudah mulai bergerak, tetapi ini belum selesai," tambahnya.
• Pemukiman di Bantaran Kali Dianggap Penyebab Banjir, Pengamat: Tanggung Jawab DKI Jakarta
Anies mengatakan dirinya dan seluruh jajaran pemerintah tidak akan berhenti bekerja sebelum mencapai kondisi aman.
"Saya sampaikan kepada seluruh jajaran, bahwa kerja kita masih terus," terangnya.
Ia kemudian menyebut ada 3 parameter yang harus terpenuhi sebelum situasi dapat dikatakan aman.
Pertama adalah para pengungsi sudah bisa kembali ke rumah, kedua seluruh warga sudah dapat menggunakan fasilitas publik.