Otomotif

Tips Mengetahui Batas Aman Mobil agar Dapat Melewati Banjir, Jangan Paksakan Diri

Berikut tips agar pengguna kendaraan khususnya mobil untuk mengetahui batas-batas aman kendaraannya dapat melewati banjir.

Tips Mengetahui Batas Aman Mobil agar Dapat Melewati Banjir, Jangan Paksakan Diri
TRIBUNNEWS.COM/DENYS
Banjir di jalan Halim 

TRIBUNWOW.COM - Fenomena banjir yang diakibatkan oleh hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir membuat jalanan tergenang.

Namun, tak sedikit para pengendara mobil yang tetap menerobos banjir.

Pengguna kendaraan khususnya mobil diharapkan mengetahui batas-batas aman kendaraannya dapat melewati banjir.

Pengamat Tata Kota Sebut Anggaran Antisipasi Banjir Minim, Bandingkan Perbaikan Trotoar hingga 1,4 T

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) ketika dihubungi KOMPAS.com, Rabu (01/01/2020), di Jakarta, mengatakan, batas aman mobil dapat melewati genangan air atau banjir, yaitu 30 cm di bawah air intake (saluran udara).

"Kalau untuk batas mobil bisa menerobos banjir, sekitar 30 cm di bawah air intake," kata Sony.

Sony menambahkan, setiap pemilik mobil harus mengetahui letak air intakenya, karena setiap mobil berbeda.

BMKG Sebut Curah Hujan Ekstrem Jadi Penyebab Banjir di Jakarta dan Sekitarnya

Pada kesempatan yang berbeda, Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, batas aman mobil melewati genangan air maksimal sejajar dengan sumbu roda.

"Jangan sampai melebihi sumbu roda karena dikhawatirkan ECU dan sistem elektrikal mobil terkena air hingga menyebabkan korslet," kata Jusri.

Keluarga Rian DMasiv Terjebak Banjir di Rumah, sang Anak dalam Keadaaan Demam Tinggi

Sebaiknya, lanjut Jusri ketika merencanakan perjalanan diharapkan memilih rute yg tidak tergenang banjir. Sementara itu Didi Ahadi, Technical Support PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan, jika masih di bawah bodi kendaraan masih aman.

"Ada baiknya jika ada genangan air yang cukup tinggi dihindari, karena kalau sudah sejajar dengan mesin itu sudah berbahaya karena air akan masuk ke dalam filter udara dan masuk ke ruang mesin sehinggu dapat menimbulkan water hammer atau piston bengkok," jelas Didi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved