Terkini Nasional
Ungkit Kontroversi Menag Fachrul Razi, Mardani Ali Didebat Politisi PDIP: Cara Jokowi Sah-sah Saja
Perdebatan terjadi antara Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Eriko Sotarduga.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Perdebatan terjadi antara Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Eriko Sotarduga.
Dilansir TribunWow.com, perdebatan itu terjadi setelah keduanya kembali mengungkit kebijakan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi soal radikalisasi.
Melalui tayangan KompasTV, Senin (30/12/2109), mulanya Mardani Ali terang-terangan menyebut kebijakan Menag hanya menimbulkan kegaduhan.
• Gerhana Matahari Cincin akan Terjadi Besok 26 Desember 2019, Kemenag Beri Imbauan Ini
• Soal Perpanjangan Izin FPI, Menag Fachrul Razi Bandingkan dengan HTI, Singgung soal AD/ART
Mardani Ali bahkan menyebut kebijakan Menag tak memiliki konsep yang jelas.
"Saya menilainya tidak punya konsep yang utuh," ujar Mardani Ali.
Lantas, ia pun menyinggung soal wacana pelarangan celana cingkrang di lingkungan pegawai negeri sipil (PNS).
"Contoh tentang kenyatan Pak Menteri Agama, redikalikasi sangat dangkal sangat dangkal ketika cuma dikaitkan dengan celana cingkrang, jenggotan," ujar Mardani Ali.
Melanjutkan penjelasannya, Mardani Ali justru menyinggung nama putri Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid.
"Saya malah lebih kagum Mbak Alissa Wahid ketika mengajukan bukan deradikalisais tapi moderasi, bagaimana semua ke tengah," ucap Mardani Ali.
"Nah ini konspenya dari awal enggak jelas."
Menurutnya, kebijakan Menag Fachrul Razi justru seolah berjalan mundur.
"Ujung akhirnya kita kita membuang energi sosial karena harusnya kementerian agama mampu menjadikan agam energi luar biasa bagi bangsa yang religius," kata Mardani Ali.
"Sekarang kita jadi involutif."
Terkait pernyataan Mardani Ali, Eriko Sotarduga pun angkat bicara.
Menurutnya, adanya radikalisasi di negeri ini tak dapat lagi dipungkiri.