Breaking News:

Agenda Presiden

Resmikan BLK Kendal, Jokowi Ungkap Fokusnya dalam Pengembangan SDM: Bukan Adu Ijazah Sekarang Ini

Jokowi ungkap fokusnya dalam pengembangan SDM Indonesia agar mampu saingi negara-negara lain

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube Sekretariat Presiden
Jokowi ungkap fokusnya dalam pengembangan SDM Indonesia agar mampu saingi negara-negara lain 

TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan apa yang menjadi fokusnya dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

Jokowi ingin agar SDM di Indonesia berfokus untuk mengembangkan skil dan keterampilan mereka.

Dikutip TribunWow.com dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, setneg.go.id, Jokowi menyampaikan tanggapannya tersebut saat kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Al-Fadllu 2, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (30/12/2019).

Jokowi Ajak Masyarakat Kawal Kasus Novel Baswedan: Jangan Sampai Ada Spekulasi Negatif

Jokowi membahas bagaimana perkembangan dunia internasional yang pesat, menuntut adanya SDM-SDM yang berkualitas.

Ia mengatakan kini yang paling dibutuhkan dari SDM bukan lah ijazah, namun keterampilan dan skill yang nyata.

"Semua negara sekarang ini memang persaingannya ada di situ, bukan ijazahmu apa. Bukan adu ijazah sekarang ini, tapi adu keterampilan, adu skill, adu kompetensi," ujar Jokowi.

Tidak hanya di Indonesia, Jokowi mengatakan saat ini hampir seluruh negara mengembangkan kualitas SDMnya melalui pelatihan keterampilan dan kompetensi.

"Inilah sekarang yang hampir semua negara mengasah skill, mengasah keterampilan, (pendidikan) kejuruan diangkat," tambahnya.

Jokowi kemudian menceritakan bagaimana saat ini pasar tenaga kerja berada dalam kondisi yang tidak baik.

Karena banyak lulusan yang kurang terserap di dunia usaha dan industri sebab tidak memiliki keterampilan yang diperlukan.

Di sisi lain banyak perusahaan yang juga kekurangan tenaga kerja sesuai kompetensi yang dibutuhkan.

Jokowi menyampaikan harapannya kepada Balai Latihan Kerja agar mampu menjadi tempat untuk mempersiapkan SDM yang bisa langsung turun ke lapangan kerja.

"Oleh sebab itu yang namanya BLK (Balai Latihan Kerja) Komunitas ini semoga nanti bisa menyambungkan. Misalnya Bank Mandiri Syariah butuh teknisi programming, pondok pesantren di sini menyiapkan itu," tambahnya.

"BLK Komunitas sudah kita coba sebanyak 50 BLK di 2017, 75 BLK di 2018, di 2019 kurang lebih 1.000 meskipun yang jadi 980-an. Nanti tahun depan, 2020, lipat dua kali menjadi 2.000."

"Saya yakin kalau training BLK Komunitas ini berjalan baik akan bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan, perbankan syariah, dan lembaga keuangan."

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
JokowiKendalSumber Daya Manusia (SDM)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved