Kabar Tokoh
Rocky Gerung Cerita Dihalangi Masuk Kampus: Nekat Naik Ambulans Bareng Said Didu, Diadang 200 Orang
Rocky Gerung menceritakan kembali kisahnya pernah dihalangi saat akan menjadi pembicara di suatu kampus di Jember pada pertengahan 2019.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
"Iya, ya jelaslah orang enggak bisa akses. Karena saya mau akses titik pikiran kampus," jelas Rocky Gerung.
Apalagi menurutnya, kampus merupakan tempat yang bagus untuk perkembangan demokrasi.
Menurutnya, larangan membahas demokrasi di tahun politik seperti Pemilihan Presiden 2019 tahun ini merupakan sesuatu yang aneh.
"Kampus itu kan merawat demokrasi masak saya enggak bisa masuk kampus hanya karena alasan tahun politik," tutur pengamat politik 60 tahun ini.
Rocky Gerung menilai aneh dirinya dilarang menjadi pembicara.
Sedangkan, ia bukan seorang tokoh partai politik.
"Justru tahun politik kita mesti bongkar persembunyiannya, manipulasi politik dalam Pemilu, saya kan enggak punya partai waktu itu. Saya datang sebagai akademisi," ucapnya.
• Ungkap Alasan Selalu Kritik Jokowi, Rocky Gerung Singgung Nama Megawati: Publik Tahu yang Kendalikan
Lihat videonya mulai menit ke 2:14:
Rocky Gerung Kritik Gibran
Sebelumnya, Rocky Gerung turut memberikan tanggapannya soal anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo.
Sebagaimana diketahui, Gibran maju dalam pencalonan Wali Kota Solo pada Pemilihan Daerah (Pilkada) 2020.
Hal itu diungkapkan Rocky Gerung melalui akun channel YouTubenya Rocky Gerung Official pada Jumat (20/12/2019).
• Kata Rocky Gerung soal Peluang Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan AHY di Pilpres 2024, Jagokan Siapa?
Ia membantah bahwa dirinya selama ini mencari panggung.
Pengamat politik sekaligus filsuf ini mengatakan, justru selama ini 'panggung' yang mendatangi dirinya.
"Ya itu kritik yang selalu saya terima seolah saya lagi pencitraan mengkritik kekuasaan atau saya cari panggung."