Kabar Tokoh
Megawati Bahas Pentingnya Peran Perempuan, Beri Dorongan Masuk Politik hingga Bisa Jadi Panglima TNI
Dalam acara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri menyampaikan perempuan dapat menjabat panglima TNI.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
Megawati mendorong para ibu untuk membesarkan masing-masing anak laki-laki dan perempuan dengan setara.
"Saya sangat merasa bahagia orang tua saya dua-duanya tidak membedakan anaknya laki dan perempuan. Kami disamakan, diberikan masukan," katanya.
"Bukan karena kamu anak perempuan, kamu harus mengalah kepada kakakmu yang laki. Menghormati, iya. Bukan mengalah."
Megawati menilai masih banyak perempuan ragu-ragu untuk masuk ke dunia politik.
Alasannya adalah politik masih dipandang sebagai dunia laki-laki.
Padahal, politik berdampak secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, termasuk yang dirasakan oleh perempuan.
Saat ini sebesar 30 persen kursi legislatif dikhususkan untuk anggota dewan perempuan.
Namun, sampai saat ini kuota tersebut belum terpenuhi.
Megawati lalu mengajak perempuan mulai terlibat aktif dalam dunia politik.
Ia menyebutkan putrinya, Puan Maharani, sebagai contoh.
Perolehan suara Puan Maharani dalam pemilihan legislatif sebesar 450.000 suara, membuat ia terpilih menjadi Ketua DPR RI secara absolut.
Perempuan Boleh Menjabat Panglima TNI
Megawati menutup pidato dengan menyebutkan salah satu tokoh pahlawan perang perempuan, Laksamana Malahayati.
Menurut Megawati, kehebatan Malahayati dapat menjadi contoh bagaimana perempuan dapat berperan besar dalam dunia militer.
"Dia laksamana benar. Dia bukan pakai embel-embel. Dia ikut perang, dan dia memenangkan perang itu," katanya.