Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Anggota DPR Hillary Duga Isu Politik Dinasti Sengaja Jatuhkan Gibran: Jangan Sampai Gagal Fokus

Anggota DPR F-Nasdem Hillary mencurigai isu politik dinasti sengaja ada untuk menjatuhkan citra Gibran dalam kontestasi Pilkada 2020

KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Gibran Rakabuming Raka beorasi di atas panggung di halaman kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Panti Marhaen, usai dirinya resmi mendaftar sebagai bakal calon wali kota Solo untuk periode 2020-2025, Kamis (12/12/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Hillary Brigitta Lasut menduga isu politik dinasti sengaja dibuat untuk jatuhkan putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya isu-isu tersebut dapat memperkuat lawan Gibran karena citranya menjadi lebih kuat terbantu isu politik dinasti.

Dikutip TribunWow.com, awalnya Hillary meminta agar masyarakat kembali mengerti inti dari pemilihan kepala daerah.

"Kita harus mengingat kembali apa tujuan pemilihan kepala daerah sebenarnya," kata Hillary di acara 'DUA ARAH' Kompastv, Senin (16/12/2019).

 

Relawan Gibran Ungkap Strategi Dongkrak Elektabilitas Putra Jokowi, Blusukan di Medsos hingga Pasar

Pemilihan kepala daerah dijelaskan Hillar merupakan sistem pencarian pemimpin yang memiliki kompetensi untuk mengembangkan wilayahnya.

"Tujuan memilih kepala daerah adalah untuk mencari pemimpin yang mampu berdampak bagi masyarakat, melakukan pembangunan yang kemudian boleh dirasakan masyarakat secara langsung," papar Hillary.

Hillary meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu politik dinasti.

Pemilihan kepala daerah menurutnya sudah seharusnya dilakukan dengan membandingkan ide-ide antar calon.

"Jadi jangan sampai kita ini dibuat gagal fokus dengan isu-isu seperti ini," ujar Hillary.

"Seakan-akan seorang Gibran dan seorang mantu Jokowi tidak mampu melaksanakan pembangunan karena kalah dalam perang gagasan."

"Kita perang yang benar-benar saja, pakai amunisi-amunisi yang legal-legal saja," lanjutnya.

Ketika menggunakan isu politik dinasti, Hillary mengatakan hal tersebut akan menguntungkan calon saingan Gibran.

Karena dengan adanya isu tersebut, citra Gibran akan dipandang sebelah mata.

Publik tidak lagi menilai komptensi Gibran secara objektif.

"Jangan cari isu-isu yang kemudian bisa mempermudah calon-calon lain, mempermudah pasangan-pasangna lain supaya mereka seakan terlihat jauh lebih benar dibandingkan Gibran," tutur Hillary.

"Padahal mungkin Gibran memiliki visi misi yang lebih baik dari pada yang lain," lanjutnya.

Seusai membahas isu politik dinasti, Hillary membahas tentang keistimewaan Gibran.

Ia mengatakan untuk mendapatkan keistimewaan dalam dunia politik, tidak perlu menjadi anak presiden.

Berdasarkan penjelasan Hillary, asalkan memiliki modal yang cukup, semua orang bisa mendapatkan jalur mulus di dunia politik.

"Soal karpet merah tidak perlu jadi anak presiden," kata Hillary

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved