Breaking News:

Terkini Nasional

Curhatan IKAGI soal Kebijakan Kontroversial di Era Ari Askhara, Termasuk Bekerja di Luar Batas

Berikut beberapa kebijakan Ari Askhara yang dinilai kontroversial, beberapa di antaranya diungkapkan para awak kabin.

Editor: Mohamad Yoenus
KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA
Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencopot Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau kerap disapa Ari Askhara.

Pencopotan Ari dilakukan setelah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menemukan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang dibawa secara ilegal di pesawat baru milik Garuda berjenis Airbus A3330-900 Neo.

Dalam pesawat yang terbang dari Perancis itu, ada Ari di dalamnya.

 

Sebut Kebijakan Tak Manusiawi Ari Askhara, Pramugari: Ketika Diprotes, Mereka Bilang Kata Bapak

Pencopotan Ari disambut gembira oleh awak kabin Garuda Indonesia.

Bahkan, ada beberapa karangan bunga dukungan dan apresiasi atas keputusan Menteri BUMN Erick Thohir.

Respons para awak kabin ini tak terlepas dari sejumlah kebijakan Ari Askhara yang dinilai kontroversial.

Berikut beberapa kebijakan Ari Askhara yang dinilai kontroversial, beberapa di antaranya diungkapkan para awak kabin, dirangkum dari sejumlah pemberitaan Kompas.com:

1. Memindah para bawahan yang melakukan kesalahan

Sekertaris Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI), Jacqueline Tuwanakotta, mengatakan, selama era kepemimpinan Ari, para awak kabin merasa bekerja dalam tekanan.

Ia mengungkapkan, jika awak kabin melakukan kesalahan, manajemen Garuda Indonesia akan langsung memindahtugaskan para awak kabinnya.

Hal ini membuat para awak kabin merasa terancam.

“Lakukan kesalahan sedikit langsung dipindahkan ke Papua, kemudian kesalahan yang harusnya masuk dalam pembinaan, tiba-tiba di-grounded, tidak boleh terbang,” kata dia, seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Senin (9/12/2019).

2. Bekerja di luar batas

Kebijakan lainnya yang dianggap memberatkan para awak kabin adalah kebijakan Ari tentang jam kerja para awak kabin yang di luar batas.

Jacqueline mencontohkan, ketika melakukan layanan penerbangan Jakarta-Sydney.

“Itu harusnya tiga hari, tapi jadi PP (pulang pergi). Itu memberi dampak tidak bagus kepada awak kabin," kata Jacqueline.

Kebijakan ini membuat sejumlah awak kabin mengalami sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit.

3. Tak diberi fasilitas penginapan

Pada masa kepemimpinan Ari Askhara, para pramugari juga tak diberi fasilitas penginapan saat melayani penerbangan ke Australia.

Salah satu pramugari, Hersanti, mengungkapkan, ia baru bertugas di penerbangan Jakarta-Melbourne.

“Delapan belas jam saya harus bekerja buka mata dan lain-lain,” ujar Hersanti.

Hersanti mengatakan, peraturan itu berlaku sejak Agustus 2019.

“Kami manusia, bukan robot, sebaiknya kami dilakukan seperti manusia, harus tidur,” kata Hersanti.

4. Mengubah rute penerbangan 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikagi, Zaenal Muttaqin mengatakan, Ari Askhara mengubah rute penerbangan Jakarta-Amsterdam menjadi Bali-Medan-Amsterdam.

Perubahan rute ini membuat para awak kabin bekerja lebih lama.

Ia mengaku tak tahu alasan perubahan rute tersebut.

Daftar Nama 4 Direksi Garuda Indonesia yang Dipecat Erick Thohir Selain Ari Askhara

5. Live Accoustic di pesawat

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara dicopot Erick Thohir.
Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara dicopot Erick Thohir. (KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)

Zaenal juga menyoroti kebijakan Ari Askhara yang mengizinkan live music di pesawat.

Melansir pemberitaan Kompas.com, 9 Januari 2019, Ari Askhara mengatakan, Live Accoustic Entertainment "GIAcoustic" dapat dinikmati oleh penumpang dengan rute penerbangan lebih dari 1 jam.

Live Accoustic tersebut diluncurkan sebagai salah satu passanger treatment.

"Ini rute harus lebih dari 1 jam, agar mereka bisa lebih berekspresi dan memang (penampilan perdana) kami ingin Denpasar. Nanti kami ingin bisa ke Balikpapan, Denpasar, Medan, Makasar yang berdurasi lebih dari 1 jam. Tapi domestik dulu," ujar Ari saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (9/1/2019).

Sebelumnya, pada Juli lalu, kebijakan Garuda Indonesia juga menjadi sorotan karena melarang pengambilan foto dan video di dalam pesawat.

Larangan tersebut tertuang dalam surat pengumuman yang dikeluarkan manajemen Garuda Indonesia pada Selasa (16/7/2019) dengan nomor JKTDO/PE60001/2019.

Kebijakan ini diambil setelah viralnya foto menu makanan Garuda Indonesia yang ditulis tangan.

Foto ini diunggah oleh salah seorang penumpang, dan sempat berlanjut di jalur hukum.

Pelecehan Pramugari

Sementara itu, pramugari Garuda Indonesia, Yosephine, terang-terangan mengungkap pelecehan terhadap pramugari di masa jabatan Ari Askhara.

Terkait perlakuan Ari Askhara, Yosephine pun mengungkap sebuah pelecehan yang baru terjadi di masa kepemimpinan sang mantan dirut.

"Ada lah salah satu pengurus Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia di mana dia sudah menikah, suami istri menikah di Garuda," ujar Yosephine.

"Namun saat direksi sedang melakukan pertemuan terkait kartel di Bali, salah satu direksi itu meminta untuk si istri pramugara ini menemani dia di karaoke di Bali."

Yosephine pun menyebut bahwa si pramugari yang sudah menikah itu terpaksa menemani para direksi berkaraoke.

Pramugari Garuda Indonesia, Yosephine dalam acara tvOne, Senin (9/12/2019). Yosephine mengungkap pelecehan terhadap pramugari di kepemimpinan Ari Askhara.
Pramugari Garuda Indonesia, Yosephine dalam acara tvOne, Senin (9/12/2019). Yosephine mengungkap pelecehan terhadap pramugari di kepemimpinan Ari Askhara. (Tangkapan Layar Youtube Official iNews)

"Dan itu mengatasnamakan salah satu manajemen, yaitu deputi chief-nya si istri ini," ujar dia.

"Istrinya sudah datang ternyata datang ke tempat karaoke, dia kaget merasa kesal terus ngadu ke suaminya."

Lebih lanjut, Yosephine menyebut si pramugari itu sudah lama diincar oleh direksi Garuda.

"Ada direksi di situ, jadi direksi itu di Bali karaoke minta di-temenin sama pramugari yang dia suka," kata Yosephine.

"Dia sudah mengincar lama pramugari ini, udah di-targetin."

Lantas, ia menyebut dalam hal itu para direksi melibatkan diputi chief si pramugari.

"'Dan dia minta tolong sama deputi chief-nya, 'Kamu kenal enggak sama si A ini?', Deputi chief-nya menjembatani agar si pramugari ini hadir ke tempat karaokenya di mana direksi ada di situ," kata Yosephine.

"Akhirnya si teman saya ini ngadu ke suaminya, suaminya marah ke chief, 'Kita ini kan satu perusahaan dan dia istri saya, bapak atau ibu tahu istri saya? Kenapa bapak jual istri saya?'," sambung dia.

Terkait penjelasan Yosephine itu, sang presenter pun dibuat penasaran.

"Memang hal seperti itu sering terjadi?," tanya sang presenter.

Namun, fakta mengagetkan diungkap oleh Yosephine.

Yosephine Sebut Kedekatan Oknum Pramugari dengan Eks Dirut Garuda Ari Askhara: Sakit Dibawakan Uang

Ia menyebut pelecehan terhadap pramugari itu terjadi sejak Ari Askhara (AA) memimpin Garuda.

"Tidak pernah baru di kepemimpinan AA ini, baru sekarang," ujar Yosephine.

"Mulai dia diganti lah, September 2018. Semua daerah pasti ada." (Kompas.com/Akhdi Martin Pratama/Fika Nurul Ulya/Sherly Puspita/Ambaranie Nadia Kemala Movanita/TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Kebijakan Garuda Indonesia di Era Ari Askhara yang Jadi Sorotan Para Awak Kabin..."

Sumber: Kompas.com
Tags:
Ari AskharaIkatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI)Garuda IndonesiaBUMN
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved