Terkini Nasional
Debat dengan Rocky Gerung soal HTI, Teddy Gusnaidi: Dia Selalu Tertawa untuk Jatuhkan Lawan Bicara
Perdebatan terjadi antara Pengamat Politik Rocky Gerung dengan Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Perdebatan terjadi antara Pengamat Politik Rocky Gerung dengan Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi.
Mereka berdebat soal dibubarkannya HTI karena bertentangan dengan Pemerintah.
Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Realita TV pada Rabu (4/11/2019), Teddy Gusnaidi mulanya menjelaskan bahwa HTI dibubarkan oleh Pemerintah dengan sejumlah bukti.
• Debat dengan Teddy Gusnaidi, Rocky Gerung Sebut Bendera Merah Putih Bisa Diganti
"Kita bicara deh di HTI yang sudah terjadi ya, kita enggak berbicara soal Pancasilais tapi bertentangan oleh pemerintah dilihat, dibuktikan dengan Pancasila Undang-undang Dasar 1945," ujar Teddy.
"Mereka sudah membuktikkan A B dan C," imbuhnya.
Mendengar itu, Rocky Gerung lantas bertanya-tanya kenapa pemerintah yang berkewajiban untuk menilai HTI.
"Kenapa Pemerintah yang membuktikan," tanya Rocky Gerung.
"Biar, itu bukan kenapa pemerintah yang membuktikkan ya memang kita memilih pemerintah kok, terus siapa yang bisa membuktikan itu," ujar Teddy balik bertanya.
Teddy menilai bahwa pengadilan yang seharusnya berhak menilai.
"Ya pengadilan yang membuktikan itu, bukan pemerintah," ungkap Rocky Gerung.
"Bukan, bukan, bukan," bantah Teddy.
"Ini ngaco," ujar Rocky Gerung lagi.
Teddy awalnya akan memberikan suatu ibarat, namun pertanyaanya sudah dipotong oleh Rocky Gerung.
"Anda di perusahaan," kata Teddy belum selesai.
"Tidak ada urusan dengan perusahaan, pemerintahan itu dipilih dan bisa dibatalkan itu," potong Rocky Gerung.
"Bukan, bukan," balas Teddy lagi.
"Apa hak pemerintah mengevaluasi pikiran orang," ungkap Rocky Gerung tertawa.
• Rocky Gerung Sebut Negara Telah Telantarkan Habib Rizieq: Langgar 12 Pasal Hak Asasi Manusia
Mendengar Rocky Gerung tertawa, lantas Teddy menilai bahwa hal itu dilakukan sang pengamat politik untuk menjatuhkannya.
"Dia selalu tertawa untuk menjatuhkan lawan bicaranya," kata Teddy.
"Bukan, untuk mendungukan," balas Rocky Gerung.
"Bukan, bukan, bukan, Anda tidak paham," kata Teddy lagi.
Kemudian perdebatan terus berlanjut, kedua belah pihak tidak mau mengalah.
"Loh pemerintah apa hak pemerintah menilai pemikiran orang," ujar Rocky Gerung kekeh.
"Kita bicara HTI, HTI dinilai ama pemerintah, oleh Kementerian segala macam oh bahwa ini bertentangan," jelas Teddy lagi.
Lihat videonya mulai menit ke-9:05:
Rocky Gerung Sebut Bendera Merah Putih Bisa Diganti
Perdebatan tersebut terjadi lantaran Rocky Gerung mengatakan bahwa konstitusi bisa diubah termasuk Bendera Merah Putih.
Mulanya, Rocky Gerung bertanya pada Teddy apakah Pancasila itu diubah atau tidak.
"Karena itu saya tanya, Pancasila itu ada di dalam Undang-Undang Dasar atau tidak?," tanya Rocky Gerung.
Menanggapi pertanyaan Rocky Gerung, Teddy justru tidak ingin menjawab petanyaan pengamat politik itu terlebih dahulu.
"Tunggu saya tidak akan bicara itu dulu, Anda mengatakan jelas mungkin bisa diputarkan ulang Undang-Undang Dasar 45 itu Anda mengatakan bisa diubah atas perintah Pasal 37 selesai di situ," papar Teddy.
Kemudian, Teddy berbalik bertanya pada Rocky Gerung di pasal UUD mana yang menyebut Pancasila bisa diubah.
"Lalu Anda pindah ke Pancasila, Anda pindah ke Pancasila dan Anda mengatakan Pancasila itu bisa diubah, maka harus sama maka di mana perintah di pasal berapa yang mengatakan Pancasila bisa diubah," ujar Teddy balik bertanya.
Kemudian, Rocky Gerung mengatakan bahwa Pancasila bisa diubah pada Pasal 37.
"Pasal 37 juga bilang begitu bahwa Undang-undang Dasar bisa dirubah di dalamnya ada Pancasila masih dirubah," ungkap Rocky Gerung.
Rocky Gerung mengibaratkan bahwa Pancasila di dalam konstitusi itu seperti ketombe dalam kepala.
"Kalau Saudara Teddy pake shampo bukan cuma bersihin kepala, ketombenya juga ikut hilang itu pengertiannya," seru Rocky Gerung.
• Diancam Dilaporkan Polisi, Kini Rocky Gerung Sebut Pancasila Bukan Ideologi Negara dan Bisa Diubah
Kemudian, presenter Rahma Sarita turut meluruskan pernyataan Rocky Gerung.
Rahma Sarita mengonfirmasi apakah bukan hanya Pancasila yang bisa diubah.
"Jadi paham tapi yang pasti di Undang-Undang 45 sudah disebutkan bahwa Bab 15 Pasal 35 ya, bahwa bendera Indonesia Merah Putih, Bahasa Negara Bahasa Indonesia lambang negara Garuda Pancasila gitu semboyan Bhinekka Tunggal Ika, tapi ini kan di UUD 45, artinya bendera bisa diubah dong?," tanya Rahma Sarita.
Rocky Gerung lantas membenarkan Rahma Sarita.
Ia mengatakan bahwa Bendera Merah Putih juga bisa diubah.
"Ya bisa diubah, kalau kita mau bikin dah malas Merah Putih karena negara banyak negara juga pakai Merah Putih, diubah saja," ungkap Rocky Gerung.
"Nggak bisa, ya bukan. Anda penafsiran begini," bantah Teddy.
"Penafsiran apa," jawab Rocky Gerung lagi.
Rocky Gerung membantah bahwa pendapatnya itu hanya sekedar asumsinya saja.
"Bukan, Anda begini nih kan menafsirkan itu bisa diubah," kata Teddy.
"Memang bisa, bukan saya yang nafsirin Undang-Undang Dasarnya yang bilang saya bisa diubah, itu pengakuan dari pasal 37," bantah Rocky Gerung. (TribunWow.com/Mariah Gipty)