Terkini Nasional
Sri Mulyani akan Ganti Rugi 20.000 Ton Beras Senilai Rp 167 Miliar yang Dijual Murah Bulog
Perum Bulog akan menjual murah 20.000 ton beras yang mengalami penurunan mutu karena terlalu lama mengendap di gudang.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Perum Bulog akan menjual murah 20.000 ton beras yang mengalami penurunan mutu karena terlalu lama mengendap di gudang.
Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyebutkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani bakal mengganti kerugian Perum Bulog tersebut.
Budi Waseso atau Buwas menyatakan, nilai beras 20.000 ton mencapai Rp 167 miliar dalam kondisi normal.
• Menkeu Sri Mulyani Ungkap Kejengkelan soal Kasus Korupsi di Ditjen Pajak: Betul-betul Menyakitkan
"Sekarang lakunya berapa dilelang? Umpama Rp 60 miliar, berarti tinggal ganti Rp 100 miliar," kata Buwas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Namun, penggantian selisih kerugian tersebut bakal menunggu penerbitan hasil pemeriksaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), rekomendasi menteri pertanian, dan audit dari BPK.
Hal tersebut dibutuhkan untuk menentukan harga jual dan kualitas beras yang dilelang.
Harga beras Bulog di pasaran saat ini dibanderol Rp 8000 per kilogram.
Adapun saat dilelang nanti, harga beras diperkirakan bisa turun hingga Rp 5.000 per kilogram.
Sementara, untuk beras yang dinyatakan tak layak konsumsi bakal dilelang sebagai bahan ethanol.
Harganya akan turun menjadi lebih rendah lagi.
"Kalau tidak salah hanya dapat penawaran Rp 1.800 per kilogram," kata Buwas.
• Bulog Sebut Bantuan Beras untuk Bencana Alam Senilai Rp 39 Miliar Belum Dibayar, Ini Alasannya
Buwas mengklaim sudah ada beberapa perusahaan yang berminat untuk membeli beras hasil lelang Bulog tersebut. Hanya saja, ia belum mau mengungkapkan kapan lelang bakal digelar.
Bulog masih menunggu keputusan dari berbagai lembaga terkait untuk menaksir kualitas dan harga beras.
Budi Waseso pun berharap ke depannya ada koordinasi yang lebih baik antar kementerian dan lembaga terkait agar kasus stok beras yang mengendap di gudang Bulog ini tak kembali terjadi.
"Ya koordinasi yang lebih baik antar program dengan apa yang harus direalisasikan," kata mantan Kepala Bareskrim Polri ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/beras-rusak-yang-menumpuk-di-gudang-bulog-lembata.jpg)