Masa Jabatan Presiden
Hendri Satrio Sebut 3 Kekuatan yang Mampu Redam Keributan Masalah Presiden 3 Periode
Pengamat politik Hendri Satrio jelaskan ada 3 kekuatan yang akan menjaga stabilitas negara Indonesia
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik Hendri Satrio, mengatakan masyarakat tidak perlu takut dengan potensi penyelewengan amandemen Undang-Undang Dasar 1945, yang akan jadikan masa jabatan presiden jadi 3 periode.
Hendri Satrio menyebutkan ada 3 unsur kekuatan yang mampu menjaga negara dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dilansir TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Kompastv, Selasa (3/12/2019), Hendri Satrio mulanya menjelaskan presiden sudah cukup jelas menegaskan penolakannya terhadap wacana masa jabatan presiden 3 periode.
• Dari Pensiunan Presiden lalu Diturunkan Jokowi ke Unit Kerja, Megawati: Kok Kebangetan Ya
• Di ILC, Rocky Gerung Diancam Dipolisikan karena Dinilai Hina Jokowi, Lihat Reaksi Rocky
"Sebetulnya apa yang dikatakan oleh presiden cukup menegaskan, selama ini presiden diam saja," kata Hendri Satrio.
Motif di balik pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menurut Hendri Satrio dilakukan untuk memberikan penegasan dirinya menolak masa jabatan presiden diperpanjang.
Ia juga menyebut bahwa pembahasan terkait wacana masa jabatan presiden sudah semakin melebar.
"Dengan yang disampaikan presiden dia merasa tertampar dan lain-lain, itu minimal pengusungnya bisa tutup mulut sebentar," kata Hendri Satrio.
"Selama ini kan bebas berkeliaran ide-ide presiden 3 periode," tambahnya.
Hendri Satrio mengakui dirinya sudah sejak awal merasakan ada yang aneh, dengan wacana amandemen UUD 1945 yang melibatkan masa jabatan presiden 3 periode.
3 Kekuatan...
Kemudian Hendri Satrio mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya masalah yang akan ditimbulkan oleh amandemen UUD 1945.
Karena ada 3 kekuatan di Indonesia yang mampu meredam masalah tersebut.
Di antaranya seperti akademisi, aktivis serta mahasiswa, dan media massa.
"Kita sebagai rakyat tidak boleh mengenyampingkan 3 kekuatan yang ada di Indonesia saat ini," jelas Hendri Satrio.
"Pertama akademisi, kedua aktivis termasuk mahasiswa, kelas menengah, kemudian yang ketiga adalah kekuatan keempat, namanya media massa."
"Selama tiga kelompok ini masih ada, enggak usah takut, pasti akan dijaga negara ini," tambahnya.
Video dilihat di menit 4.10:
Jokowi Curiga Dirinya Dijebak...
Isu presiden memiliki masa jabatan 3 periode sedang ramai dibicarakan di DPR, menanggapi hal tersebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapannya, ia mengatakan ada tiga alasan beredarnya isu presiden dipilih 3 periode
Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (2/12/2019), Jokowi kemudian memaparkan tiga alasan tersebut.
"Presiden dipilih 3 periode itu ada tiga menurut saya," jelas Jokowi.

• Tanggapan Mahfud MD soal Wacana Presiden 3 Periode: Itu Urusan Politik, Bukan Urusan Menteri
• Massa Reuni Akbar 212 Doakan Jokowi: Jaga Presiden dan Wakil Presiden Kami Ya Allah
Jokowi merasa wacana presiden dipilih 3 periode tersebut beredar untuk menjatuhkan dirinya.
"Satu, ingin menampar muka saya, yang kedua, ingin cari muka padahal saya udah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan," papar Jokowi.
Dikutip dari setneg.go.id, Senin (2/12/2019), Jokowi menegaskan terpilihnya dia sebagai presiden merupakan hasil dari pemilihan langsung (pemilu).
Saat pembahasan amandemen, Jokowi sudah mepertanyakan soal wacana dari amandemen tersebut.
Jokowi mempertanyakan apakah pembahasan amandemen dapat difokuskan hanya untuk urusan haluan negara, ia khawatir pembahasan akan melebar ke isu-isu lain.
"Saya ini produk dari pemilihan langsung sehingga saat itu waktu ada keinginan untuk amendemen (terbatas) apa jawaban saya? Apakah bisa yang namanya amendemen itu hanya dibatasi untuk urusan haluan negara? Apakah tidak melebar ke mana-mana?," jelas Presiden.
Lebih Baik Tak Ada Amandemen...
Kemudian Jokowi mengatakan pembahasan amandemen saat ini sudah melebar ke mana-mana, hingga ke pembahasan presiden menjabat selama 3 periode.
"Sekarang ini kenyataannya seperti itu kan (melebar)? Ada yang lari ke presiden dipilih oleh MPR, ada yang lari presiden tiga periode, ada yang lari presiden satu kali tapi delapan tahun. Akan ke mana-mana," kata Kepala Negara.
Jokowi justru ingin pemerintah berfokus kepada isu yang lebih penting, yaitu tekanan-tekanan eksternal yang perlu ditanggulangi.
"Jadi lebih baik tidak usah amendemen. Kita konsentrasi saja ke tekanan-tekanan eksternal yang sekarang ini bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan," ujar Presiden.
• Surya Paloh Komentari Wacana Jabatan 3 Periode Presiden, Waspadai soal Hal Ini
Video dapat dilihat di awal:
Kata Ngabalin soal Wacana Masa Jabatan Presiden...
Mantan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Mochtar Ali Ngabalin menanggapi soal pertanyaan yang beredar di masyarakat yakni isu masa jabatan presiden.
Ngabalin menjelaskan bahwa pandangan tentang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ingin memperpanjang masa jabatan melalui amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 adalah fitnah.
Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Kompastv, Selasa (3/12/2019), awalnya Ngabalin menjelaskan, Jokowi sudah menampik isu dirinya ingin memperpanjang masa jabatan dirinya sebagai presiden.
"Presiden berkali-kali mengatakan, kalau mau amandemen Undang-Undang Dasar 1945 itu dilakukan tetapi harus dibatasi agar tidak lari kemana-mana," jelaskan Ngabalin.
"Ada yang mitra satu periode tapi delapan tahun, ada yang minta presiden itu dipilih oleh MPR, dan lain-lain," imbuhnya.
Ngabalin menjelaskan dirinya mewakili presiden dan pemerintah mempertegas penolakan Jokowi untuk memperpanjang masa jabatannya.
"Menyambung lidah Presiden Joko Widodo, atas nama pemerintah, atas nama presiden, bahwa presiden menolak amandemen itu untuk presiden tiga periode dan presiden dipilih oleh MPR," ujar Ngabalin.
Ia kemudian menyinggung penolakan tersebut juga sudah disampaikan oleh presiden sendiri dan Juru Bicara (Jubir) presiden Fadjroel Rachman.
"Presiden sendiri telah mengatakan itu kepada publik, bahkan dari saudara Fadjroel Rachman juga," kata Ngabalin.
"Atas nama pemerintah, kami dari kantor staf presiden harus mengatakan jauh dari pikiran (memperpanjang masa jabatan), dan itu semua fitnah yang dialamatkan kepada presiden," tambahnya.
Video dapat dilihat di menit 1.10:
(TribunWow.com/Anung Malik)
BACA JUGA:
• Jokowi Tak Lagi Prioritaskan Infrastruktur, Ungkap Fokusnya 5 Tahun ke Depan
• Di ILC, Rocky Gerung Diancam Dipolisikan karena Dinilai Hina Jokowi, Lihat Reaksi Rocky
• Bantah Intervensi Partai Golkar, Presiden Jokowi Tantang Anggota DPD Maju: Saya Beri Sepeda
• Dituding Cari Muka Terkait Wacana Masa Jabatan Presiden, Ketua DPP Nasdem: Belum Tentu buat Nasdem