Terkini Nasional
Bahas soal Pancasila, Haikal Hassan Sebut Nama Abu Janda hingga Ade Armando
Juru Bicara Persatuan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan menyinggung nama Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Guntur Romli, hingga Ade Armando.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
"Bukan gue yang tulis ini bung, lu lihat aja entar bung," ujar Haikal Hassan.
"Jadi teman-teman sekalian, gara-gara seorang Pak Girsang, kita menjadi gaduh seperti ini."
• Abu Janda Didesak 212 Diadili karena Dianggap Nista Agama, Aiman Menyindir: Datang ke Sini Gemetar
• Ini Balasan Haikal Hassan saat 212 Disebut Berbau Permusuhan, Ungkap Hal yang Diminta pada Jokowi
Tak hanya Juniart Girsang, Haikal Hassan pun turut menyinggung nama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
"Mestinya Pak Tito lihat dong, Pak Tito kan punya rekam jejak, coba apa yang Pak Tito katakan dulu, betapa indahnya kemesraan itu," jelas dia.
"Dan akhirnya sekarang ini, Pancasila diterjemahkan sesuai dengan selera penguasa."
Untuk memperjelas pernyataan itu, Haikal Hassan pun memberikan contoh.
Ia menyinggung kebijakan yang pernah dilakukan oleh pemerintah.
"Tahun 80 (1980-red) atas dasar pancasila, anak-anak sekolah tidak boleh berjilbab," kata Haikal Hassan.
"Saya demo pada waktu itu, tahun 80an udah didemo."
Kala itu, pemerintah disebutnya melarang waita berjilbab dengan alasan tak pancasilais.
"Jadi waktu itu apa alasannya? Tidak pancasilais," kata Haikal Hassan.
"Jadi ketika berjibab itu dianggap 'Anda tidak pancasilais, buka enggak jilbabnya?'," sambung dia.
Atas kejadian itu, Haikal Hassan pun menganggap Pancasila selalu disesuaikan dengan keinginan penguasa.
"Jadi disesuaikan dengan selera siapa pada waktu itu, penguasa pada waktu itu," ujar dia.
Simak video berikut ini menit 3.35:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/haikal-hassan-saat-singgung-nama-guntur-romli-hingga-ade-armando.jpg)