Breaking News:

Terkini Nasional

Jamin Hak Rakyat Kecil, Ini Pesan Jokowi kepada Investor di Indonesia

Meskipun Jokowi mendorong para investor untuk berinvestasi di Indonesia, Jokowi juga memiliki rencana untuk melindungi kepentingan rakyatnya

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi 

TRIBUNWOW.COM - Kebijakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang bertumpu pada investasi dari pihak asing menerima banyak pro dan kontra dari berbagai pihak.

Menanggapi hal tersebut Jokowi menekankan dirinya akan selalu mengutamakan kepentingan rakyatnya sendiri.

Dilansir TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (2/12/2019), Jokowi menjelaskan dirinya telah berpesan kepada para investor yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Ledakan Monas Lukai 2 Anggota TNI, Berikut Identitas Korban Terluka yang Dibawa ke RS Gatot Soebroto

Jokowi Bandingkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan Negara Lain: Kita Patut Bersyukur

Mulanya Jokowi menjelaskan hambatan yang menghalangi kelancaran investasi di Indonesia.

Ia mengatakan untuk memperlancar investasi di Indonesia, pemerintah telah melakukan serangkaian langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Tetapi kalau yang namanya investasi, itu memang peluang besarnya sebetulnya ada, tetapi tinggal tergantung bagaimana penanganan di lapangan, yang berkaitan misalnya satu penyelesaian perizinan yang cepat," kata Jokowi.

"Ini sekarang kita list, mana daftar perusahaan yang masih dalam proses perizinan yang terhambat, satu-satu kita selesaikan sekarang, kita memang kerja lebih detail seperti itu."

"Ada masalah yang kedua pembebasan lahan, di mana, diselesaikan, yang berkaitan dengan Pemerintah Daerah, selesaikan dengan Pemerintah Daerah, berkaitan dengan Kementerian, segera hari itu juga selesaikan," tambahnya.

Jokowi menjelaskan hal tersebut nantinya akan berujung pada penyediaan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.

"Banyak hal yang seperti itu yang akan kita selesaikan satu per satu, dalam rangka penciptaan lapangan kerja, cipta lapangan kerja," ujar Jokowi.

Investasi nantinya tidak hanya menguntungkan investor tersebut, Jokowi sudah memiliki rencana untuk mengarahkan para investor agar bekerja sama dengan para pengusaha-pengusaha yang ada di daerah.

"Kemudian mulai kita arahkan investasi ini juga akan bisa mengkait dengan usaha kecil, usaha menengah yang ada di daerah," jelas Jokowi.

"Sudah saya pesankan betul agar mereka menggandeng pengusaha kecil, pengusaha menengah yang ada di sekitar investasi itu," imbuhnya.

Sebut 4 Kriteria Dewan Pengawas KPK, Jokowi Soroti Rekam Jejak Kandidat: Ini Penting

Video dapat dilihat di menit 10.28:

Rizal Ramli Peringatkan Jokowi soal Bahaya dari Investor Tiongkok

Isu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai antek asing (Tiongkok) sempat mencuat saat Pilpres 2019 lalu, Jokowi dianggap membiarkan para investor dari Tiongkok mengambil kekayaan di Indonesia.

Kini Rizal Ramli kembali berpendapat soal Tiongkok yang dianggap memiliki pola investasi berbeda dengan investor-investor dari negara lain.

Dilansir TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Macan Idealis, Senin (18/11/2019), Rizal Ramli menduga Jokowi tidak menyadari bahaya dari masuknya investor-investor Tiongkok ke Indonesia.

Ekonom Senior, Rizal Ramli
Rizal Ramli menduga Jokowi tidak paham dengan bahaya dari banyaknya investor Tiongkok yang masuk ke Indonesia (Tribunnews.com/DANY PERMANA)

Mulanya Rizal Ramli menjelaskan perkembangan masuknya investasi asing ke Indonesia.

Awalnya para investor masuk ke sektor sumber daya alam yang lokasinya mayoritas berada di luar Jawa.

"Misalnya asing itu mau masuk Indonesia karena sumber daya alam," tutur Rizal Ramli.

"Sumber daya alam kan kebanyakan di luar Jawa," tambahnya.

Lalu setelah itu ada investor yang masu ke sektor industri dan manufaktur.

Industri dan manufaktur sebagian besar berlokasi di Pulau Jawa.

"Nah yang kedua dulu banyak yang masuk ke sektor industri dan manufaktur. Kebanyakan di Pulau Jawa," jelas Rizal Ramli.

Tetapi kini investor sektor industri dan manufaktur di Indonesia sudah mulai berkurang.

Hal tersebut terjadi lantaran Indonesia kalah bersaing dengan negara-negara di sekitarnya.

"Belakangan ini sudah enggak ada lagi yang mau masuk dalam bidang industri dan manufaktur karena Indonesia kalah kompetitif dibandingkan Vietnam, dibandingkan Thailand dan sebagainya," papar Rizal Ramli.

 Rizal Ramli Jelaskan Alasan Sebut Sri Mulyani Menkeu Terbalik: Sudah Gagal Kok Dipakai Lagi

Rizal Ramli juga menjelaskan bagaimana pola investasi dulu dan sekarang berbeda.

Mulanya investor asing yang datang ke Indonesia hanya petinggi-petinggi perusahaan yang berjumlah sedikit.

"Nah di masa lalu memang karena investasi asing dari berbagai negara, dia paling bawa tenaga kerja asing bos-bos nya saja paling hanya 10 orang," kata Rizal Ramli.

"Sisanya tenaga kerja dari Indonesia."

"Tenaga kerja dari pemasoknya dalam negeri dan sebagainya," tambahnya.

Ia kemudian mengatakan hal tersebut berbeda dengan pola investor dari Tiongkok.

"Tapi yang belakangan ini masuk secara agresif adalah dari Tiongkok, nah kalo dari Tiongkok model bisnisnya beda," katanya.

Rizal Ramli menjelaskan apa yang membuat pola investasi Tiongkok menjadi berbeda.

Tiongkok ketika melakukan investasi di Indonesia, beradasarkan penjelasan Rizal Ramli, mereka mengisi semua posisi dari bawah hingga ke atas.

"Jadi dia sedot semua nilai tambah dari hulu ke hilir," jelas Rizal Ramli.

"Di hilir misalnya satpamnya, tenaga semi tekhnis dia bawa semua dari Tiongkok," tambahnya.

 Roy Suryo Setuju Rizal Ramli Sebut Ahok Biang Keributan, Minta Erick Thohir Jangan Bebani Jokowi

Banyaknya pekerja yang dibawa oleh Tiongkok disebabkan tingginya angka penggangguran di Tiongkok.

"Karena di Tiongkok hari ini ada pengangguran sekitar 300-400 juta orang," jelas Rizal Ramli.

Maka dari itu pengangguran-pengangguran tersebut harus dimanfaatkan.

Salah satu caranya adalah menyalurkan ke Indonesia.

"Harus disalurkan ke proyek-proyek Tiongkok di seluruh Indonesia," kata Rizal Ramli.

"Jadi hampir semua pekerjanya asing."

"Kedua kalau ada pemasok sub kontraktor, dia bawa pula asing dari Tiongkok," tambahnya.

Rizal Ramli mengatakan meskipun banyak investasi dari Tiongkok yang masuk ke Indonesia, jika pola yang dilakukan seperti itu maka rakyat Indonesia tidak akan mendapatkan manfaat apapun.

"Sehingga manfaatnya buat rakyat Indonesia kagak ada," kata Rizal Ramli.

"Yang ada itu pembangunan perusahaan Tiongkok di Indonesia," tambahnya.

Rizal Ramli mengatakan banyaknya investor Tiongkok di Indonesia juga disebabkan oleh kebijakan Sri Mulyani yang memberikan pembebasan pajak.

"Apalagi sama 'Menteri Keuangan Terbalik' (Sri Mulyani) mereka dikasih pembebabasan pajak 20 tahun," jelas Rizal Ramli.

Ia kemudian mencontohkan bagaimana perusahaan Indonesia akan kalah bersaing jika diadu dengan investor Tiongkok

"Misal ada satu perusahaan Tiongkok mau bikin pabrik baja di Kendal," tutur Rizal Ramli.

"Dikasih pembebasan pajak 20 tahun."

"Krakatau Steel yang tadinya dominan di Indonesia, kalau mesti bersaing dengan perusahan Tiongkok di Kendal pasti kalah karena dia tidak dapat fasilitas pembebasan pajak," tambahnya.

Rizal Ramli merasa Jokowi justru tidak paham dengan dampak yang sebenarnya terjadi jika banyak investor asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia.

"Yang terjadi justru perushaan-perusahaan Tiongkok ini akan menyedot, mengurangi, bahkan mematikan perusahan-perusahaan di dalam negeri," kata Rizal Ramli.

"Nah yang ini barangkali Pak Jokowi kurang paham."

"Bahwa dampak dari bisnis Tiongkok itu berbeda dengan bisnis investasi lainnya di Indonesia," tambahnya.

 Rizal Ramli Sindir Jokowi Bagi Kursi Kabinet ke Wishnutama dan Angela: Kemampuannya Sangat Terbatas

Video dapat dilihat menit 9.50

(TribunWow.com/Anung Malik)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
JokowiInvestasiAgenda Presiden
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved