Breaking News:

Reuni 212

Cholil Nafis Sebut Tak Perlu Lagi Ada Reuni 212, Sarat Agenda Politik dan Korek Luka Lama

Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis merasa tidak perlu lagi ada acara reuni 212 karena dapat menyinggung luka lama dan rawan agenda politik

Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
YouTube tvOneNews
Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis merasa tidak perlu lagi ada acara reuni 212 karena dapat menyinggung luka lama dan rawan agenda politik 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis mengatakan reuni 212 pada tanggal 2 Desember 2019 nanti merupakan hal yang tidak perlu.

Ia mengatakan reuni tersebut hanya akan menimbulkan masalah dengan mengungkit-ungkit masalah masa lalu yang sebenarnya sudah selesai.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal youtube tvOneNews, Kamis (28/11/2019), mulanya Cholil Nafis mengatakan jika reuni 212 memang untuk uhkuwah islamiyah maka acara tersebut nantinya dapat bersifat rekonsiliasi.

Bantah Tudingan Tito Karnavian soal Reuni 212, Slamet Maarif: Pernyataannya Buat Politik Tak Stabil

Hukuman Ahok Telah Selesai, MUI Imbau Kegiatan Reuni 212 Tak Dilaksanakan Tahun Ini: Gak Penting

"Kalau itu untuk uhkuwah islamiyah, nanti orang yang enggak ikut pada 212 itu bisa datang, sehingga lebih rekonsiliatif," jelas Cholil Nafis.

Cholil Nafis mengatakan pandangan masyarakat terhadap gerakan 212 memang sudah tak bisa dipisahkan dari agenda politik.

Ia mengatakan susah bagi masyarakat untuk percaya bahwa agenda reuni 212 hanya dilakukan karena kepentingan agama semata.

"Karena bagaimanapun konotasinya 212, lalu ada pergerakan masyarkat di tengah keramaian itu konotasinya adalah politik," kata Cholil Nafis.

Cholil Nafis juga mengungkit soal agenda acara 212 yang pertama.

Acara tersebut dilakukan karena adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta terdahulu Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.

Ia menyebut sebenarnya tidak perlu lagi ada acara reuni.

Karena Ahok sendiri sudah dihukum dan menjalani masa hukumannya.

"Mau ngomong apapun tetap aja politik, dan kadang-kadang membawa ingatan luka lama di antara kita yang sudah selesai," ujar Cholil Nafis.

"Yang bersangkutan sudah dihukum, sudah menjalankan hukuman, enggak perlu lagi ada reuni-reunian," imbuhnya.

Video dapat dilihat di menit 3.24

Anies Baswedan Izinkan Acara Reuni 212 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka suara soal perizinan rencana reuni 212 yang akan diadakan di Monas, Jakarta.

Anies Baswedan mengatakan dirinya akan mengizinkan reuni 212 untuk digelar di Monas.

Dikutip TribunWow.com dari Kompastv, Jumat (22/11/2019), Anies Baswedan menjelaskan bahwa reuni 212 yang rencananya akan dilakukan pada 2 Desember 2019 nanti, dapat dilakukan di Monas.

 Tak akan Mengemis ke Jokowi & Prabowo Pulangkan Rizieq, PA 212: Pulang atau Nggak, Nggak Masalah

"Tapi secara prinsip dari diskusi itu akan dapat izin," kata Anies Baswedan.

Anies Baswedan mengatakan dari pihak pemerintah, hanya memberikan izin tempat.

Ia menjelaskan untuk izin keramaian dan keamanan harus tetap dari pihak yang berwenang.

"Dari sisi DKI akan memberikan izin dari sisi tempat, adapun untuk keramaian atau kemanan harus dari kepolisian," jelas Anies Baswedan.

Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak menjelaskan tujuan dari diadakannya reuni 212.

Yusuf menegaskan reuni 212 bukanlah ajang untuk pamer kekuatan.

"Reuni Mujahid 212 bukanlah sekadar ajang unjuk kekuatan, dan bukan ajang gagah-gagahan," kata Yusuf.

Nantinya kegiatan reuni 212 akan diisi dengan berdoa bersama dan berzikir bersama di Monas.

"Kita berkumpul dalam satu momen, dalam satu titik pertemuan dengan tujuan untuk munajat, berdoa dengan iringan zikir kepada Allah SWT," ujar Yusuf.

Doa yang akan dipanjatkan di antaranya adalah doa untuk perlindungan masyarakat Indonesia, menjaga kesatuan negara, hingga kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi, yang sampai saat ini belum pulang ke Indonesia.

"Memohon kepada yang maha kuasa untuk selalu memberikan perlindungan kepada masyarkat indonesia, menjaga NKRI agar selalu aman, damai, tentram, dan sejahtera," jelas Yusuf.

"Hingga kepulangan imam besar kita, Habib Muhammad Rizieq Shihab ke tanah air tercinta," tambahnya.

 Soal Pencekalan Rizieq Shihab, Mahfud MD: Kalau Mau Pulang, Pulang Saja Kenapa Sih

Video dapat dilihat di awal:

Banyak Hambatan

Juru Bicara (Jubir) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan atau akrab dipanggil Babe Haikal Hassan menceritakan perjuangan PA 212 dalam menyelenggarakan reuni di Monas, Jakarta.

Haikal Hassan mengatkan sudah ada pihak-pihak yang mulai melakukan langkah untuk menghambat terjadinya reuni akbar PA 212 di Monas.

Dilansir TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Talk Show tvOne, Jumat (22/11/2019), mulanya Haikal Hassan menanggapi soal masalah kepulangan Habib Rizieq Shihab kembali ke Indonesia.

Peserta reuni akbar 212 berkumpul di lapangan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).
Peserta reuni akbar 212 berkumpul di lapangan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). (Warta Kota/Anggie Lianda Putri)

 Undang Anies Baswedan di Reuni Akbar 212, Ketua Panitia: Pak Anies Kan Beda

Pihaknya mengatakan terus berdoa dan berusaha agar Habib Rizieq dapat kembali pulang ke tanah air.

"Kita berharap, berdoa, inshaallah segala upaya kita lakukan untuk Beliau (Habib Rizieq) bisa pulang ke Indonesia," jelas Haikal Hassan.

Haikal Hassan mengatakan ada sesuatu yang menghambat Habib Rizieq untuk pulang ke Indonesia.

Ia lebih spesifik mengatakan, pihak yang menghambat kepulangan Habib Rizieq adalah negara Indonesia.

"Kalau enggak ada hambatan pasti sudah pulang dong," tutur Haikal Hassan.

"Negara Indonesia yang menghambat, udah jelas itu, yakin," tambahnya.

Kemudian Haikal Hassan bercerita soal rencana PA 212 yang dalam waktu dekat ini akan mengadakan reuni di Monas.

Ia mengungkap adanya perbuatan-perbuatan yang menghalang-halangi terjadinya reuni 212 di Jakarta.

"Sekarang sudah mulai ada hambatan," jelas Haikal Hassan.

"Masjid-masjid yang dahulu bersiap untuk menampung jamaah-jamaah dari luar, ternyata sudah dicegah," tambahnya.

Ketika ditanyakan soal bukti, Haikal Hassan mengatakan akan membuktikannya di lapangan nanti.

"Nanti kita buktikan," tegas Haikal Hassan.

"Nanti kalau saya bicara enggak ada bukti, nanti dibareskrimkan (dilaporkan ke polisi)."

"Tapi masjid kami sudah dilarang," imbuhnya.

Haikal Hassan mengatakan memang dirinya sudah mendapat izin dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyelenggarakan reuni akbar PA 212 di Monas, Jakarta.

Kendati demikian Haikal Hassan mengatakan adanya perbedaan kebijakan di antara pemerintah.

Ia mengatakan ada pihak yang melarang dan memberi imbauan agar tidak menghadiri reuni PA 212.

"Negara tidak kompak, kalau sebagian memberikan izin, sebagian melarang, sebagian menghimbau tidak datang," kata Haikal Hassan.

Haikal Hassan lalu menyebut contoh himbauan tidak menghadiri reuni PA 212 yang dibuat melalui media spanduk.

"Coba lihat spanduk-spanduk, spanduk itu akan kita turunkan, himbauan untuk tidak perlu hadir," ujar Haikal Hassan.

Haikal Hassan sendiri belum mengetahui apakah ada oknum yang sengaja berbuat seperti itu atau reaksi dari masyarkat.

"Kita belom temukan apakah oknum, apakah masyarakat," terang Haikal Hassan.

 Rizieq Shihab Mengaku Dicekal, Menko Polhukam Mahfud MD: Masa Lapornya di Medsos?

Video dapat dilihat di awal:

(TribunWow.com/Anung Malik)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Cholil NafisMajelis Ulama Indonesia (MUI)Reuni 212
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved