Kabinet Jokowi
Tanggapan Jokowi saat Kabinet Indonesia Maju Dikritik Gemuk: Bandingkan Negara Lain
Diketahui dalam periode kedua pemerintahannya, Jokowi menambah jabatan 12 wakil menteri dan 14 Staf Khusus Presiden.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi kritik yang dialamatkan kepadanya.
Kritik itu terkait komposisi kabinet Indonesia Indonesia Maju yang dipandang 'gemuk' dan tidak efektif.
Diketahui dalam periode kedua pemerintahannya, Jokowi menambah jabatan 12 wakil menteri dan 14 Staf Khusus Presiden.
• Puan Maharani: Semua Menteri Kabinet Jokowi Tak Ada yang Berani Ambil Cuti Liburan, Ini Alasannya
Jokowi mengatakan tidak masalah banyaknya jajaran dalam kabinetnya.
Menurut Jokowi terpenting ialah semua tugas dapat diselesaikan.
"Nggak. (harus) fungsional dan harus efektif."
"Ini tidak masalah banyaknya dong, pekerjaan apa yang dikerjakan," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta masyarakat tidak menilai banyaknya jajaran yang membantu pekerjaannya di kabinet.
Dia turut membandingkan negara-negara yang memiliki jumlah penduduk yang lebih sedikit dari Indonesia.
"Jangan menilai sesuatu dari banyaknya."
"Bandingkan negara-negara lain yang penduduknya lebih sedkit, organisasinya seperti apa, efektifitas seperti apa," kata dia.
12 Wakil Menteri Digugat Warga
12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
• Rocky Gerung Disebut Stres karena Prabowo Gagal Pilpres: Saya Masuk Kabinet di Bawah Said Didu
Posisi wakil menteri diminta dihapus karena dinilai memboroskan anggaran negara dan tumpang tindih dalam struktur kementerian.
Gugatan tersebut diajukan oleh Ketua umum Forum kajian hukum dan konstitusi (FKHK) Bayu Sagara.