Ahok Jadi Bos Pertamina
Said Didu Ungkap agar Ahok Bisa Berantas Mafia di Pertamina: Kalau Dia Gagal Dia jadi Bagian Mafia
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu membongkar cara kerja mafia di BUMN.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
"Mops itu harga rata-rata Singapur, saat itu saya membahas dan tengah malam saya diusir keluar oleh salah satu menteri karena saya protes bahwa kenapa pake harga Singapur."
"Kenapa kita tidak memakai tigas port minyak supaya terjadi persaingan, karena saya tahu juga, karena saya sudah bertahan tiga hari ini ada yang bermain satu, permainan ini bahwa yang menghasilkan premium terbesar itu kilang Singapura dan yang disubsidi itu adalah premium," kata dia.
Sehingga Said Didu menyimpulkan bahwa mafia itu berbentuk regulasi.
Begitu pula mafia yang ada di dalam tubuh Pertamina, yakni berbentuk regulasi.
"Yang bermain adalah Petral di Singapura nah jadi di dalam undang-undang APBN itu terjadi bahwa memang dia membikin regulasi, itulah kerja mafia."
"Nah bagaimana mafia bekerja di Pertamina, begitu juga caranya," kata Said Didu.
Said Didu mengatakan bahwa aturan pengadaan migas di Pertamina selalu berganti-ganti.
"Begini, aturan pengadaan migas di Pertamina itu mungkin hampir tiga hari tiap tiga hari, empat hari diganti," kata Said Didu.
• Marwan Batubara Didebat Sebut Kasus Korupsi Ahok Dilindungi KPK, Arya Sinulingga: Halu, Berbahaya

Said Didu mengatakan, jika Ahok gagal memberantas mafia melalui regulasi yang dibuat, maka Ahok termasuk bagian dari mafia itu sendiri.
"Nah jadi kalau Ahok memang mau memberantas mafia, kalau dia gagal dia jadi bagian mafia," katanya.
"Karena dia bisa menghabiskan bikin regulasi yang melindungi mafia," tambah Said Didu.
Lantas Said Didu mengajak Staf Khusus BUMN, Arya Sinulingga yang turut hadir untuk memberikan pengawasan terhadap para Komisaris Pertamina.
"Karena setiap saat pengadaan itu diganti-ganti di Pertamina."
"Nah itu nanti Bung Arya kita awasi. kalau dia mengganti-ganti terus bermain mafia ya kita awasi dia, karena tugasnya dia memberantas mafia," jelasnya.
Kemudian Said Didu membenarkan pernyataan Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies, Marwan Batubara yang menyebut ada mafia besar di Pertamina.