Staf Khusus Presiden
Jawab Ketakutan soal Sifat Kritis Para Stafsus Jokowi, Billy Mambrasar akan Terapkan 'Main Cantik'
Stafsus Presiden Billy Mambrasar maklumi ketakutan akan sifat kritis para milenial setelah berada di pemerintah, Billy katakan ia akan 'Main Cantik'
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Diangkatnya tujuh orang dari generasi milennial sebagai Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengundang perhatian dari masyarakat.
Ada yang pro dan kontra, satu di antara beberapa alasan yang menimbulkan kontra dari masyarakat adalah ditakutkan para pemuda tersebut jadi tidak kritis, dan cenderung tunduk pada pemerintah ketika berada dalam ring 1.
Dilansir TribunWow.com dari Kompastv, Senin (25/11/2019), menanggapi hal tersebut, Billy Mambrasar mulanya mengatakan kekhawatiran atas konsistensi sifat kritis para Stafsus Presiden adalah hal yang wajar.
• Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin Sudah Umumkan Staf Khusus, Lihat Perbedaan Keduanya
"Saya pikir kekhawatiran itu valid (benar), itu sangat valid (benar) dan itu yang diperingatkan oleh Pak Presiden di hari pertama, adalah tadi kita bicara box (kotak), and we're out of the box (dan kita berada di luar kotak)," kata Billy Mambrasar.
Ketakutan tersebut menurut Billy Mambrasar adalah jika para stafsus milennial tersebut kehilangan idealismenya dan malah berubah menjadi apa yang mereka ingin rubah.
"Jadi kalau kita menjadi inside the box (di dalam kotak), atau bahkan buruk-buruknya being the box itself (menjadi kotak itu sendiri), maka ide awal Pak Presiden itu tidak akan terjadi, sehingga hal-hal tersebut itu menjadi pengingat untuk kita untuk tetap thinking freshly (memiliki pemikiran yang baru) and out of the box (dan di luar kotak)," paparnya.
Kemudian Billy Mambrasar mempersilakan kepada para pemuda-pemuda yang juga merupakan generasi milennial untuk berdiskusi dengan para Stafsus Presiden, jika memang ada hal yang harus segera dicarikan solusinya.
"Saat ini jadinya sudah tahu, adik-adik teman millenial, mungkin bisa berdiskusi langsung dengan kami kalau ada hal-hal yang butuh cepat," kata Billy Mambrasar.
Pendiri Yayasan 'Kitong Bisa' itu kemudian menjelaskan bagaiaman dirinya dapat memastikan untuk tetap selalu kritis terhadap pemerintah.
Mulanya ia menjelaskan, selama pengalamannya berkarier dirinya selalu bersinggungan dengan pemerintah.
"Saya sendiri bergerak, bekerja selama 9 tahun, dan bukan berarti dalam pergerakan sosial enterpreneurship (kewirausahaan) saya, tidak ada pemerintah," kata Billy Mambrasar.
Billy Mambrasar menjelaskan dirinya selalu berhubungan dengan pemerintah saat melaksanakan kegiatannya, baik pusat maupun lokal.
"Saya intervensi dengan pemerintah baik dari pusat, lokal maupun kabupaten," ujar Billy Mambrasar.
Berdasarkan pengalamannya, Billy Mambrasar mengatakan dirinya tahu bagaimana cara berhubungan dengan pemerintah, kapan saat harus mengkritik, dan kapan saat harus menghormati.
"Dan saya tahu bagaimana deal (berhubungan) dengan mereka, kapan saya harus maju, kapan saya harus mundur," ujar Billy Mambrasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pipin-dan-billy.jpg)