Breaking News:

Ahok Jadi Bos Pertamina

Ahok Siap Tinggalkan PDI Perjuangan, Andre Rosiade Malah Sebut BTP 'Kutu Loncat', Apa Maksudnya?

Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade buka suara soal posisi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini di PDI Perjuangan.

Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Komentar Andre Rosiade soal Ahok di Pertamina. 

TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade buka suara soal posisi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di PDI Perjuangan.

Diketahui, seusai mengumumkan posisi Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina, Menteri BUMN Erick Thohir memberikan imbauan pada mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk keluar dari partai politik.

Melalui tayangan YouTube KOMPASTV, Senin (25/11/2019), Andre Rosiade menyebut bahwa Ahok sebetulnya tak perlu keluar dari PDIP seusai menjabat sebagai petinggi Pertamina.

"Komisaris dan direksi yang diangkat oleh menteri BUMN itu memang kalau caleg, anggota dewan, pengurus partai harus mengundurkan diri, tapi kalau sebatas anggota partai politik itu tidak harus" ucap Andre.

Ahok Jadi Petinggi Pertamina, M Qodari Ungkap Peluang sang Mantan Gubernur Maju di Pilkada 2020

Ini Tugas-tugas Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina, Mengawasi hingga Memberikan Saran

Menurut Andre, Erick Thohir perlu mengubah peraturan menteri (Permen) jika menginginkan Ahok keluar dari partai politik.

"Jadi ini sederhana kalau Pak Erick menginginkan komisaris dan direksi mengundurkan diri dari partai dan mengembalikan KTA partainya, Pak Erick tinggal revisi permennya saja," ucap Andre.

Lantas, Andre menyinggung soal kesiapan Ahok keluar dari PDI Perjuangan.

"Jadi kan Pak Ahok bilang 'Saya siap mengikuti aturan'," ucap Andre.

"Pak Ahok siap mengikuti aturan karena dia tahu permennya enggak berubah."

Andre menyebut Ahok sudah sering keluar masuk partai politik.

Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade buka suara soal posisi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini di PDI Perjuangan.
Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade buka suara soal posisi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini di PDI Perjuangan. (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Karena itu lah menurutnya Ahok tak keberatan saat diminta Erick Thohir meninggalkan PDI Perjuangan.

"Jadi kalau mau Pak Ahok pasti keluar dari partai politik, pertama revisi permennya, yang kedua kalau tanya Pak Ahok mau mundur enggak, Pak Ahok ini sudah biasa loncat partai, ini kutu loncat," ungkap Andre.

Lantas, ia menyebutkan deretan partai politik yang pernah menaungi Ahok.

"Jadi Pak Ahok ini kutu loncat, Partai Indonesia Baru yang mengantarkan dia jadi bupati, lalu Partai Golkar yang mengantarkan beliau jadi anggota DPRD RI, dan Partai Gerindra yang membesarkan beliau jadi Wagub DKI," ujarnya.

"Setelah itu dia masuk PDIP, jadi kalau pindah partai, keluar dari partai ini keluar dari partai hal yang biasa, ini kutu loncat."

Lebih lanjut, Andre menyubut bahwa seusai menjabat di Pertamina Ahok tak perlu keluar dari partai politik.

"Kan kita sudah mendengar pernyataan dari teman-teman PDIP bahwa Pak Ahok tidak perlu mundur karena memang tidak diharuskan," kata Andre.

"Tergantung Pak Erick, Pak Erick kalau menginginkan siapapun itu, direksi atau komisaris harus keluar dari partai politik silakan bikin permen baru."

Melanjutkan penjelasannya, Andre justru menyinggung soal 'bagi-bagi kue' di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Yang kedua, kita tahu minggu depan bulan Desember ini akan ada pembagian kue ulang tahun," kata Andre.

"Tim TKN Pak Jokowi, relawan Pak Jokowi, nanti kita saksikan akan jadi komisaris BUMN."

Simak video berikut ini menit 6.15:

Peluang Ahok di Pilkada 2020

Pada acara tersebut, sebelumnya Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari buka suara soal peluang politik Basuki Thajaja Purnama alias Ahok seusai menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Menurut M Qodari, jabatan sebagai petinggi di Pertamina merupakan suatu titik balik bagi Ahok seusai kasus penistaan agama yang pernah menjeratnya. 

M Qodari mulanya menyinggung soal keberadaan Ahok dalam PDI Perjuangan.

"Ahok sendiri memang menjadi anggota partai PDI Perjuangan, tapi kalau kita bicara momentum strategis dekat waktu dekat ini hampir tidak ada ya," terang M Qodari.

Lantas, ia juga menyinggung soal Pilkada serentak yang digelar 2020 mendatang.

"Mungkin peristiwa politik yang terdekat yang ada adalah pilkada tahun 2020," ucap Qodari.

Terkait hal itu, Qodari menyebut belum menemukan tanda-tanda Ahok akan maju di Pilkada 2020.

"Tapi saya belum melihat tanda-tanda bahwa Ahok akan maju di salah satu katakanlah provinsi yang akan pilkada tahun depan," ucap Qodari.

"Jadi sebetulnya menjadi komisaris di Pertamina ini merupakan barangkali blessing disguise untuk seorang Ahok ya," sambungnya.

Ini Tugas-tugas Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina, Mengawasi hingga Memberikan Saran

Djarot Saiful Hidayat Heran BTP Disuruh Mundur dari PDIP: Kenapa Hanya Diberlakukan pada Ahok?

M Qadari tanggapi peluang politik Ahok seusai menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.
M Qodari tanggapi peluang politik Ahok seusai menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina. (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Menurutnya, tak ada keterkaitan antara penunjukan Ahok di Pertamina dengan Pilkada 2020 mendatang.

"Artinya kalau bicara momentum politik memang tidak tersedia momentum politik besar," terang Qodari.

Lantas, ia menyinggung Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade yang kala itu juga hadir dalam acara tersebut.

"Kalau mau jadi anggota dewan seperti Bung Andre masih 5 tahun lagi, artinya (Ahok) harus bersabar 5 tahun," terangnya.

Terkait hal itu, Qodari menyinggung soal pengalaman Ahok menjad kepala daerah.

"Tapi kemudian kalau mau jadi kepala daerah ya mau jadi bupati dia (Ahok) udah pernah, kalau mau jadi gubernur rasa-rasanya gubernur yang ada sekarang tidak ada yang sangat strategis ya," terang Qodari.

"Dan mungkin dia sendiri merasa bahwa 'Saya tidak punya hubungan dengan daerah-daerah tersebut'," sambungnya.

Lagi-lagi, Qodari menggoda Andre Rosiade yang disebutnya memiliki peluang maju di Pilkada 2020.

"Lain misalnya kalau Bung Andre, Bung Andre kan orang Padang, terpilih sebagai anggota DPR dari Sumatera Barat dan tahun depan ada pilkada Sumatera Barat," terangnya.

"Jadi sebetulnya kalau ditanya siapa yang lebih berpeluang maju kepala daerah yaitu Andre ketimbang Ahok," lanjut Qodari tertawa.

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

Tags:
Ahok Jadi Komisaris Utama PertaminaAndre RosiadeAhokBasuki Tjahaja PurnamaPertaminaBUMNErick Thohir
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved