Terkini Daerah
Fakta Pak Manto Meninggal Dunia, Keluarga Ungkap Sakit yang Diderita hingga Nasib Usaha Sate Kambing
Pak Manto pemilik sate kambing legendaris di Kota Solo meninggal dunia.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Pak Manto pemilik sate kambing legendaris di Kota Solo meninggal dunia.
Pak Manto yang bernama asli Sumanto meninggalkan seorang istri, Widiyastuti dan tiga orang putri, yakni Desi Paulina Novita Sari (29), Yeni Trias Safitri (24), Elina Nindi Warsiki (20).
Sumanto atau akrab disapa Pak Manto itu tutup usia karena sakit lambung yang dideritanya.
"Meninggal dunia karena sakit lambung, (sakit dirasakan) sekitar empat bulan terakhir ini," tutur Desi kepada TribunSolo.com, Minggu (24/11/2019).
Pak Manto tutup usia seusai mendapat perawatan di Rumah Sakit Dr Oen Solo, Sabtu (23/11/2019) pukul 16.00 WIB.
Almarhum sudah beberapa kali keluar-masuk rumah sakit untuk dirawat selama empat bulan terakhir.
Desi mengatakan, pihak keluarga sudah mengupayakan usaha maksimal demi kesembuhan almarhum.
• Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Pak Manto Pendiri Kuliner Sate Kambing di Solo Meninggal Dunia
"Mungkin sebenarnya (penyakit) dirasakan beliau, tapi beliau tidak pernah mengeluh, dirasakan ditelan sendiri tidak dikatakan," ujar Desi.
"Mungkin tidak ingin memberatkan keluarga, akhirnya lama-lama, jadi ya begini," imbuhnya membeberkan.
Dari pantuan TribunSolo.com, sejumlah pelayat mulai memadati rumah duka di Mojo RT 07/RW 08, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo sejak pukul 08.30 WIB.
Almarhum rencananya akan dikebumikan di daerah asalnya, Pracimantoro, Wonogiri atau lebih tepatnya di Astana Dondog Joho.
Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka menuju lokasi pemakaman pukul 10.00 WIB.
Sempat Ngutang Sana Sini
Sumanto, adalah pemilik dari warung Sate Kambing 'Pak Manto' yang berada di Jl. Honggowongso No.36, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta.
Usaha kuliner yang kini selalu ramai pembeli itu ternyata sudah dirintis sejak 1990.
Kini pria yang akrab disapa Pak Manto itu telah menikmati hasil dari jerih payahnya membangun usaha sate kambing selama 29 tahun.
Pak Manto yang dulu hanya lulusan SD, mampu menyekolahkan ketiga putrinya hingga ke bangku kuliah.
Selain menyekolahkan anak, Pak Manto juga telah membeli kendaraan, membangun rumah, hingga membantu saudara-saudaranya.
Sebelum memiliki usaha yang berkembang seperti sekarang, ternyata Pak Manto juga pernah bekerja ikut orang lain sebagai buruh.
Hal itu diceritakannya saat ditemui TribunSolo.com pada Senin (11/2/2018) di warungnya.
Pak Manto mulai bekerja di bidang kuliner sate kambing pada 1983.
Saat itu ia masih ikut kerja orang lain sebagai karyawan.
Setelah 7 tahun belajar tentang seluk beluk bisnis sate kambing, barulah pada 1990 ia membuka usahanya sendiri.
Kepada Tribun-Video.com, Pak Manto mengaku tak memiliki modal saat awal merintis usahanya.
"Saya harus pinjam uang ke sana ke mari agar usaha sate kambing bisa berjalan," kata Sumanto, Februari 2019.
• Tips Wirausaha dari Stafsus Jokowi, Putri Tanjung yang Mulai Usaha Sejak Berumur 15 Tahun
Dari awal buka, Pak Manto beberapa kali berpindah tempat, hingga kini menetap menempati tempat yang sekarang.
Pada awalnya ia hanya berjualan sate kambing, tongseng, dan tengkleng segar.
Baru pada 1995 ia berinovasi menciptakan tengkleng rica yang kini menjadi menu andalan warung Pak Manto.
Bermodalkan keuletan dan kemauan kerja keras, Pak Manto terus membangun usahanya.
Dari yang awalnya warung kecil, ia kini memiliki beberapa cabang di Kota Solo, Semarang, Jogja, hingga Jakarta.
Dari semua cabang itu, Pak Manto berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 50 orang karyawan.
Selalu Buka
Warung Sate Kambing 'Pak Manto' buka setiap hari mulai dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.
Tak ada hari libur bagi warung Sate Kambing 'Pak Manto', kecuali pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Menu yang ditawarkan warung Sate Kambing 'Pak Manto' antara lain sate kambing, tongseng, tengkleng segar, tengkleng rica, sate buntel, nasi goreng, hingga gule.
Berbagai menu olahan daging kambing tersebut dihargai dari Rp30 ribu hingga Rp60 ribu.
Selain melayani pembeli yang datang ke warung, Pak Manto juga melayani pesanan dari berbagai kota di seluruh Indonesia.
Kepada Tribun-Video.com, Pak Manto mengaku hampir setiap hari ada pesanan olahan kambing ke luar kota.
"Sering (kirim olahan kambing ke luar kota) hampir tiap hari, seluruh kota di Indonesia mungkin sudah kemasukan Tengkleng saya," ujar Pak Manto.
Dalam hal pengiriman, Pak Manto mengaku menggunakan kemasan khusus, dengan memisahkan antara daging, sayur, dan kuah, sehingga pesanan bisa bertahan hingga 12 jam. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul "Pendiri Sate Kambing Pak Manto Solo Meninggal Dunia, Keluarga Ungkap Sakit yang Dialaminya".