Kabinet Jokowi
Satu Bulan Bekerja di Kabinet Indonesia Maju, Sri Mulyani Mengaku Terkejut karena Hal Ini
Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kesannya setelah selama satu bulan bekerja sama dengan Kabinet Indonesia Maju.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kesannya setelah selama satu bulan bekerja sama dengan Kabinet Indonesia Maju, yang merupakan periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sri Mulyani menilai kabinet Presiden Jokowi kali ini cukup kuat.
Menurut dia, masing-masing menteri mampu bekerja sama dengan solid untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menciptakan lapangan kerja sekaligus tenaga kerja yang berkualitas di Indonesia.
• Sri Mulyani Ungkap Penerimaan Negara Seret, Defisit APBN Oktober 2019 Capai Rp 289,1 Triliun
Sebab, pada periode kedua ini Presiden Jokowi menjadikan sumber daya manusia sebagai fokus pembangunannya setelah di periode pertama lalu fokus pada pembangunan infrastruktur.
"Satu bulan pertama bekerja di kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi sangat luar biasa."
"Dan cukup mengejutkan melihat kabinet baru cukup kuat dan bisa bekerja sama dengan baik satu dan yang lainnya," ujar dia di depan para tamu US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Kamis (21/11/2019).
• Kata Sri Mulyani soal Aliran Dana Desa ke Desa Siluman: Kalau Terlanjur Transfer Ya Kami Ambil Lagi
Dia pun memaparkan di depan Duta Besa Amerika Serikat untuk Indonesia, juga Kamar Dagang Industri Amerika di Indonesia, bahwa pemerintah akan memberikan insentif untuk perusahaan-perusahaan AS yang berinvestasi di dalam negeri.
Berbagai insentif yang telah ditawarkan pemerintah untuk menarik minat investor seperti tax holiday, tax allowance, hingga super deductable tax untuk menggairahkan iklim investasi di Indonesia.
• Sri Mulyani Bakal Tarik Dana Desa dari Desa Siluman: Saya Tidak Peduli dengan Jumlahnya
"Kami akan memberikan Anda insentif ketika Anda menggunakan uang atau membangun sebuah aktifitas yang produktif di Indonesia," ujar Sri Mulyani.
Berbagai insentif tersebut pun tengah diformulasi ulang seiring dengan upaya pemerintah untuk menyederhanakan proses izin investasi dan memberi kepastian kepada para pengusaha.
"Dengan peraturan menteri baru, kita berikan proses mudah untuk dapatkan tax holiday dengan syarat jelas. Tax holiday diberikan untuk industri-industri pionir."
"Delapan belas industri yang didukung kebijakan tersebut," kata dia.
Sri Mulyani Ungkap Defisit APBN
Sri Mulyani memaparkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 289,1 triliun atau 1,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada periode Oktober 2019.
Angka tersebut lebih tinggi 25,8 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 229,7 triliun atau 1,56 persen terhadap PDB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/sri-mulyani_20180807_090829.jpg)