Breaking News:

Terkini Internasional

Pabrik Tahu di Tropodo Sidoarjo Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar, Media AS Soroti soal Racun

Asap hitam pekat disertai dengan bau plastik begitu kental tercium ketika mendekati sebuah kawasan di sebuah desa bernama Tropodo.

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
(ILUSTRASI - FOTO TAK TERKAIT BERITA) - Suasana aktivitas di Kampung Bengek, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (29/8/2019). Timbunan sampah plastik telah memadati kawasan ini sejak lama karena kurangnya perhatian dari pemerintah setempat. 

TRIBUNWOW.COM - Asap hitam pekat disertai dengan bau plastik begitu kental tercium ketika mendekati sebuah kawasan di sebuah desa bernama Tropodo.

Di sana, lebih dari 30 perusahaan tahu menggunakan campuran plastik dan kertas sebagai bahan bakar, dengan sebagian besar datang dari AS.

Olahan kacang kedelai yang kaya protein itu diproduksi di halaman belakang.

Pekerja mengambil sampah plastik impor untuk bahan bakar tungku pemasak kedelai pada industri tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Selasa (18/6/2019).
Pekerja mengambil sampah plastik impor untuk bahan bakar tungku pemasak kedelai pada industri tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Selasa (18/6/2019). (KOMPAS.com/RUNIK SRI ASTUTI)

Namun, kekhawatiran pun muncul terkait dengan material bahan bakarnya.

Dilansir media AS New York Times Kamis (14/11/2019), asap dan abu dari plastik yang terbakar menimbulkan konsekuensi racun.

Menguji telur ayam yang ada di sana, laporan dari aliansi kelompok lingkungan hidup Indonesia dan asing menemukan kandungan racun.

Termasuk di dalamnya adalah dioxin, polutan yang dikenal dapat menyebabkan penyakit kanker, Parkinson, hingga cacat saat lahir.

Warga setempat bernama Karnawi yang tinggal di dekat tujuh pabrik tahu, para pekerja bakal mulai membakar pada pagi buta hingga malam.

"Ini terjadi setiap hari, dengan asap itu selalu berada di udara. Saya jadi tidak bisa bernapas," ucap pria berusia 84 tahun itu.

Dalam laporan yang dirilis, telur yang dihasilkan oleh salah satu ayam dari Karnawi tercatat mengandung dioxin tinggi yang pernah terekam.

Kandungan dioxin dalamnya tertinggi kedua di Asia setelah telur yang dikumpulkan dekat Bien Hoa, bekas pangkalan udara AS saat Perang Vietnam.

Pada Perang Vietnam itu, Washington menerapkan Agent Orange, yakni menyemprot herbisida ke tanaman milik Viet Cong, dengan salah satu kandungannya adalah dioxin.

Sebutir telur dari peternakan Karnawi kandungan dioxin-nya melebihi batas yang diterapkan AS hingga 25 kali lipat, atau Eropa sebesar 70 kali lipat.

Lee Bell, salah satu penulis laporan dari International Pollutants Elimination Network berujar, temuan itu menggambarkan berbahayanya plastik bagi kesehatan manusia.

"Para pemangku kebijakan harus melarang pembakaran sampah plastik, mengatasi kontaminasi lingkungan, dan secara ketat mengontrol impor," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Tags:
Pabrik tahuThe New York TimesSidoarjo
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved