Breaking News:

Terkini Nasional

Anggota DPR Muhammad Iqbal Bahas Bagaimana BIN Berperan Penting Lawan Terorisme: Dia Bisa Mencegah

Anggota DPR Muhammad Iqbal menjelaskan sebuah upaya yang bisa dilakukan BIN untuk mencegah terjadinya aksis terorisme di Indonesia

Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Youtube DPR RI
Anggota DPR Muhammad Iqbal menjelaskan sebuah upaya yang bisa dilakukan BIN untuk mencegah terjadinya aksis terorisme di Indonesia 

TRIBUNWOW.COM - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Muhammad Iqbal memberikan pendapatnya agar serangan teroris bisa dicegah.

Ia mengatakan BIN memiliki peran paling penting dalam pencegahan serangan teror di Indonesia.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube DPR RI, Kamis (14/11/2019), Iqbal mulanya menjelaskan aparat-aparat yang memiliki peran dalam melawan terorisme di Indonesia.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. Anggota DPR Muhammad Iqbal menjelaskan sebuah upaya yang bisa dilakukan BIN untuk mencegah terjadinya aksis terorisme di Indonesia (Tribunnews)

Ia menekankan BIN memiliki peran besar dalam melawan aksi terorisme di Indonesia.

"Aparat yang terkait dalam hal ini Kepolisian, kemudian TNI, dan BIN," jelas Iqbal.

"Terutama BIN untuk bisa mengantisipasi agar ke depannya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," kata dia.

Iqbal kemudian menjelaskan BIN memiliki peran penting dalam lawan terorisme di Indonesia.

Ia mengatakan BIN punya andil untuk mencegah aksi-aksi teror di Indonesia.

"Peran BIN ini sebenarnya sangat penting sekali," kata Iqbal.

"Peran BIN ini dia bisa mencegah kejadian-kejadian ini agar tidak terjadi," tambahnya.

Iqbal kemudian menyebut satu upaya yang bisa dilakukan BIN untuk mencegah terjadinya aksi teror.

"Salah satunya adalah dengan memberikan informasi kepada pihak Kepolisian misalnya, atau TNI," kata Iqbal.

Erick Thohir Tegaskan Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 Bukan Bagian dari Karyawan BUMN

Melalui informasi yang diberikan oleh BIN, Iqbal yakin polisi dapat menindak para pelaku-pelaku teror dan mencegah mereka melakukan aksi teror.

"Sehingga kepolisian dengan Densus 88 bisa bertindak," imbuhnya.

Video dapat dilihat menit 1.19

Pengamat Intelijen Sebut Intensitas Teror Terhadap TNI,Polisi, dan BIN akan Naik

Pengamat Intelijen Dynno Chressbon mengatakan bergantinya pemimpin ISIS akan membawa perubahan besar terhadap pola serangan terorisme di Indonesia.

Seperti yang telah diketahui, Abu Bakr al-Baghdadi pemimpin ISIS telah tewas bunuh diri pada 26 Oktober 2019, saat diserbu oleh tentara Amerika Serikat. Posisi Abu Bakr al-Baghdadi sebagai pemimpin ISIS kemudian digantikan oleh al-Quraishi yang memiliki latar belakang militer.

Latar belakang al-Quraishi yang berasal dari badan militer akan membawa perubahan terhadap pola serangan teror di Indonesia.

LEDAKAN BOM - Kondisi Polrestabes Medan, Sumatera Utara, setelah terjadi bom bunuh diri, Rabu (13/11/2019). Diduga merupakan aksi bom bunuh diri. 

Pengamat Intelijen Sebut Intensitas Teror Terhadap TNI,Polisi, dan BIN akan Naik
LEDAKAN BOM - Kondisi Polrestabes Medan, Sumatera Utara, setelah terjadi bom bunuh diri, Rabu (13/11/2019). Diduga merupakan aksi bom bunuh diri. Pengamat Intelijen Sebut Intensitas Teror Terhadap TNI,Polisi, dan BIN akan Naik (Foto HO/ Tribunnews.com)

Dilansir dari laporan wartawan Warta Kota Achmad Subechi, Dynno mulanya menjawab pertanyaan apakah kejadian teror yang terjadi di Medan adalah bentuk pamer kekuatan al-Quraishi yang telah menjadi pemimpin baru kelompok teror ISIS.

Dynno mengiyakan pernyataan tersebut .

Menurutnya adanya serangan ke instansi kepolisian adalah bentuk ketaatan atau baiat kelompok teror di Indonesia kepada pemimpin baru ISIS al-Quraishi.

"Ya menurut saya bahwa ini menunjukkan kemampuan mereka untuk membaiat kepada pemimpin baru ISIS yaitu al-Quraishi," kata Dynno.

Pengamat Intelijen Dynno Chressbon
Pengamat Intelijen Dynno Chressbon (Warta Kota/Achmad Subechi)

Pemimpin baru ISIS tersebut menurut Dynno lebih militan dibandingkan al-Baghdadi.

"Dan al-Quraishi lebih militan dari al-Baghdadi," kata dia.

Dynno kemudian menjelaskan alasan al-Quraishi lebih militan dibandingkan al-Baghdadi.

Menurut keterangan Dynno, sifat keras al-Quraishi disebabkan dirinya merupakan mantan dari kolonel pasukan elit dari pasukan elit bekas kepmimpinan Saddam Hussein di Iraq.

"Karena latar belakang al-Quraishi adalah kolonel pasukan elit dari pasukan elitnya eks kepemimpinan Saddam Hussein di Iraq," terang Dynno.

Al-Quraishi dan al Baghdadi memiliki latar belakang yang berbeda.

Kedua pemimpin ISIS tersebut memiliki spesialisasinya masing-masing.

Berdasarkan penjelasan Dynno, al-Baghdadi adalah pemimpin ISIS yang datang dari kelompok penyebar ideologi terrorisme.

Dynno juga mengatakan al-Baghdadi pernah beberapa kali ditangkap karena serangan ideologi di Iraq.

"Sedangkan al-Baghdadi adalah pemimpin yang datang dari kelompok ideologi yang pernah ditangkap dalam beberapa kali serangan ideologis di Iraq," terang Dynno.

 Beberapa Akses Masuk di Polrestabes Bandung Ditutup setelah Ledakan Bom di Polrestabes Medan

Dynno mengatakan pemimpin baru ISIS ini akan membawa perubahan besar terhadap pola serangan kelompok teror di Indonesia.

Latar belakang militer militer al-Quraishi dianggap merupakan hal utama yang menyebabkan berubahnya pola serangan teror di Indonesia.

"Kalau ini baru, yaitu barunya adalah dia pemimpin dengan latar belakang pola serangan militer," kata Dynno.

Pengamat Intelijen tersebut mengatakan intensitas serangan teror di Indonesia akan berfokus untuk menyerang badan yang menjaga pertahanan dan keamanan di Indonesia seperti polisi, TNI dan BIN.

"Jadi intensitas serangan militer, menembus barikade pertahanan baik dari aparat kepolisian, TNI dan Badan Intelijen akan meningkat," terang Dynno.

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Mabes Polri melakukan konferensi pers terkait bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).

Dalam tayangan YouTube Kompas Tv, Rabu (13/11/2019), Polri mengonfirmasi jumlah korban akibat ledakan tersebut.

Menurut penuturan Karopenmas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, korban berjumlah enam orang.

 Setelah Bom di Polrestabes Medan, Polda Kalbar Perketat Pengamanan: Ojol Tak Dapat Masuk ke Markas

"Kejadian ledakan yang dilakukan oleh seseorang yang dugaan sementara melakukan suicide bomber, mengakibatkan ada enam orang mengalami luka, empat orang anggota Polri, satu adalah pekerja harian lepas, dan satu masyarakat," ujar Dedi.

Selain mengakibatkan korban luka, ledakan tersebut juga mengakibatkan kendaraan yang berada di dekat ledakan juga ikut rusak.

"Ada empat kendaraan yang ikut mengalami kerusakan, ada tiga kendaraan milik dinas dan satu kendaraan milik pribadi,"

Dedi juga mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan investigasi lebih lanjut.

"Tim Densus 88 bersama Inafis dan Labfor melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk betul-betul memastikan identitas pelaku," ujar Dedi.

"Dengan teknologi yang dimiliki oleh Tim Inafis, apabila pelaku ini sidik jarinya berhasil diambil dengan baik, dan apabila pelaku ini memiliki e-ktp, maka databasenya akan terkoneksi dengan database di Dukcapil," lanjutnya.

Selanjutnya, serpihan-serpihan dari ledakan bom ini akan dibawa ke laboratorium forensik untuk diuji lebih lanjut.

Hal ini untuk mengetahui jenis bom yang digunakan terduga pelaku.

Hingga saat ini, Polri masih menyelidiki jaringan teroris yang terafialisasi dengan pelaku.

Dedi juga melaporkan kondisi terakhir Polrestabes Medan pasca ledakan.

"Untuk situasi dan kondisi di Mapolrestabes Medan sudah dapat dikendalikan oleh aparat keamanan, dan sudah kondusif, kemudian dilakukan penjagaaan pengamanan oleh temen-temen dari Brimob," pungkasnya.

 Bom Bunuh Diri Guncangkan Polrestabes Medan, Mahfud MD Enggan Disebut Kecolongan: Sudah Mati-matian

Setelah terjadi insiden ledakan bom di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) pagi, area di sekitar Polrestabes Medan disterilkan oleh pihak kepolisian.

Dilansir dari tayangan Breaking News Kompas Tv, Rabu (13/11/2019), terlihat sejumlah personel kepolisian berjaga di sekitar Polrestabes Medan.

Jurnalis Kompas Tv Ferry Irawan melaporkan pasca insiden ini, penjagaan ketat tak hanya diberlakukan di Polrestabes Medan saja, tetapi juga seluruh kantor polisi di wilayah Sumatera Utara.

Untuk penjagaan di Polrestabes Medan sendiri, dilakukan buka tutup portal oleh petugas jaga.

Hanya pihak-pihak tertentu saja yang diizinkan memasuki area Polrestabes Medan.

Penjagaan pun tak hanya dilakukan di dalam area Polres, tetapi hingga keluar area polres.

Hal ini dikarenakan adanya masyarakat yang mendekati lokasi kejadian.

Masyarakat juga tidak boleh mendekat ke lokasi kejadian.

Tak hanya itu, arus lalu lintas dari dan menuju Polrestabes Medan dialihkan.

Hal ini dilakukan guna memudahkan aparat kepolisian untuk melakukan mobilisasi ke Polrestabes Medan.

Selain itu, Tim Gegana Brimob Sumatera Utara juga melakukan penyisiran di lokasi kejadian.

Lihat video selengkapnya

(TribunWow.com/Anung Malik)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Badan Intelijen Negara (BIN)TerorismeDPR RI
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved