Ledakan Bom di Polrestabes Medan
Politisi PAN Buka Suara soal Aksi Bom di Polrestabes Medan, Singgung Pilpres 2019: Ada Ketidakadilan
Ketua Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ali Taher menyebutkan berbagai hal yang mendasari tindakan terorisme di Indonesia.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Ketua Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ali Taher menyebutkan berbagai hal yang mendasari tindakan terorisme di Indonesia.
Diketahui, bom bunuh diri mengguncang Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019).
Ali Taher lantas menyebut kini lembaga hukum yang menjadi sasaran aksi terorisme.
Hal itu disampaikannya melalui acara Mata Najwa, Rabu (13/11/2019).
• Narasumber Soroti Usia Pelaku Bom Bunuh Diri, Najwa Shihab: 72 Bidadari yang Ditawarkan
• Pengamat Soroti Bom di Polrestabes Medan, Ungkap Kesamaan dengan Penusukan Wiranto, Balas Dendam?
"Menurut saya sasarannya saat ini kan lembaga penegak hukum, dalam hal ini kepolisian," terang Ali Taher.
Lantas, ia menyinggung soal adanya kesenjangan sosial hingga perlakuan pemerintah kepada kelompok masyarakat tertentu yang mungkin tidak pas.
Ali Taher menyebut hal tersebut bisa saja melatarbelakangi tindakan terorisme.
"Secara garis besar saya ingin memberikan pandangan bahwa mungkin ada persoalan kesenjangan sosial, ada ketidakadilan," ucap Ali Taher.
"Ada perlakuan-perlakuan yang tidak pas untuk masyarakat tertentu, kemudian juga faktor latar belakang pendidikan juga berpengaruh bisa," sambungnya.
Lebih lanjut, Ali Taher menyebut adanya luka yang dialami oleh bangsa Indonesia seusai Pilpres 2019 lalu.
"Sepanjang sepengetahuan saya bahwa bangsa ini agak terluka, pesta demokrasi kemarin kita belum tuntas untuk menyisakan persoalan-persoalan," ucap Ali Taher.
Ia menambahkan, pemerintah perlu mencari benang merah atas aksi teror yang selama ini terjadi.
Pemerintah dan aparat penegak hukum disebutnya juga perlu memperbaiki hubungan dengan masyarakat.
"Hubungan antara warga negara dengan warga negara, warga negara dengan pihak penegak hukum maupun pemerintah," ucapnya.
"Jadi oleh karena itu menurut saya perlu dicari benang merah persoalan-persoalan yang tidak harmonis antara hubungan emosional, kultural maupun dalam hal tertentu juga ideologi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ali-taher-dan-najwa-shihab-dalam-acara-mata-najwa-rabu-13112019.jpg)