Kabar Tokoh
Laporannya terhadap Novel Baswedan Disebut Permainkan Polisi, Dewi Tanjung: Nanti Terbalik Loh
Dewi Tanjung memberikan tanggapan atas tudingan Novel Baswedan yang mempermainkan polisi. Dirinya juga menjelaskan alasan melaporkan Novel Baswedan.
Penulis: Vintoko
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Nama Dewi Tanjung akhir-akhir ini menjadi ramai diperbincangkan lantaran melaporkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan karena menduga sang penyidik KPK merekayasa penyiraman air keras.
Dikutip TribunWow.com dari wawancara eksklusif yang dilakukan Tribunnews.com, Dewi Tanjung membeberkan alasan melaporkan Novel Baswedan.
Mulanya, perempuan yang juga politisi PDIP ini mengatakan dirinya sebenarnya memiliki rasa empati yang tinggi terhadap kasus yang dialami Novel Baswedan.
• Novel Baswedan Heran Tanggapi Dewi Tanjung: Saya Enggak Ngerti yang Mau Dihina oleh Dia Itu Siapa
Namun, seiring berjalannya hari, Dewi Tanjung mengaku ada kegaduhan dalam masyarakat.
"Di awal saya simpati, empati saya tinggi sama Novel Baswedan. Bisa dilihat di status-status saya membela dia," kata Dewi Tanjung pada Tribunnews.com, Minggu (10/11/2019).
"Kenapa saya sampai seperti ini? Saya melihat masyarakat itu gaduh dan timbul kecurigaan. Kegaduhan di masyarakat, karena ketidakjelasan kasus hukum ini. Dari situ saya mulai mempelajari. Saya pelajari," jelas dia menambahkan.
Lantas, Dewi Tanjung menjelaskan maksud dari masyarakat yang mengalami kegaduhan hingga timbul kecurigaan.
"Bisa dilihat di media sosial. Di media sosial itu juga banyak yang tidak percaya kasus ini. Dan, mereka butuh kepastian. Mereka butuh kepastian," beber Dewi Tanjung.
Setelah mempelajari kasus Novel Baswedan, Dewi Tanjung menemukan sejumlah kejanggalan.
• Novel Baswedan Peringatkan Dewi Tanjung Tak Permainkan Polisi: Ada Delik yang Bisa Menjerat
Kejanggalan yang ditemukan, kata Dewi Tanjung, satu di antaranya adalah rekaman CCTV yang dirilis.
"Saya perhatikan di situ, pernyataan awal Novel Baswedan situasi di situ sepi tidak ada orang, tetapi di dalam rekaman CCTV ternyata ada dua orang memakai mukena. Lalu, saya pelajari di berita-berita yang beredar bahwa pelaku itu memakai mug atau cangkir karena ditemukan oleh tim labfor ada cangkir kaleng di lokasi," urai Dewi Tanjung.
"Saya pelajari, akhirnya saya peragakan sendiri cangkir dengan botol lebih mana efek air itu keluar ternyata cangkir. Sekarang kita berlogika, apabila kita pegang cangkir lalu naik motor, motor tidak pelan-pelan banget loh itu agak sedikit kencang."
"Pasti begitu dia siram itu air tumpahan akan semua keluar dari cangkir dan mengenai wajah. Lalu, saya kan menghitung jarak dia terkena itu di lempar air keras. Jadi, maksud saya itu di situ saya mulai bingung," ungkapnya.
Berbekal dengan sejumlah temuan kejanggalan, akhirnya Dewi Tanjung melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada Rabu (6/11/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/dewi-dan-novel.jpg)